Kobe Bryant bukan cuma sekadar pemain bola basket legendaris, ia seorang pebisnis cerdas yang sangat perhatian banget sama hal-hal yang detail dan mementingkan estetika. Black Mamba disebut-sebut sebagai sosok yang merevolusi performa sepatu basket.

banner-ads

Melihat sedikit ke belakang, pada tahun 1996 Kobe Bryant masuk jajaran pemain NBA yang jadi brand ambassador untuk dua merek ternama. Sejak masuk draft selepas SMA pada 1996, ia sudah dapat tawaran dari adidas dan Nike. Namun, ia lebih memilih adidas karena harga kontraknya lebih tinggi. Disebut-sebut, ia menandatangani kontrak sebesar 48 juta US $ dengan jangka waktu enam tahun. Di era itu, memang berbagai brand sepatu berlomba-lomba mencari ambasador dari para rookie.

Seiring berjalannya waktu, Kobe mulai nggak nyaman dengan design-design Adidas. Puncaknya terjadi ketika Adidas KOBE Two. Sang Black Mamba nggak begitu nyaman memakainya. Hal itu terbukti saat laga final NBA 2001-2002, ia justru menggunakan KOBE One. Sepatu ini pun jadi sepatu terakhirnya bersama adidas. Meskipun sebenarnya ia bisa dengan mudah mendapatkan merknya sendiri seperti Michael Jordan dengan Nike atau Stephen Curry dengan Under Armour, tetapi ia memilih untuk meninggalkan Adidas. Kobe lebih memilih memutus kontrak dengan Adidas dan rela membayar 8 juta dolar US. 

Baca Juga: Michael Jordan Ternyata Gak Suka Sama Warna Hitam!


Adidas Kobe Two ini emang bentuknya super aneh banget.

Menurut desas-desus, Kobe merasa nggak suka sama design sepatu Adidas, karena designnya yang jelek dan menjadikan penjualannya terus menurun. Bahkan menurut media, Adidas KOBE Two merupakan sepatu paling jelek sepanjang sejarah. 

Bahkan saking nggak sukanya sama Adidas, ada momen di mana saat terjadi sesi interview, ada wartawan yang memakai jaket Adidas, Kobe nggak mau jawab pertanyaannya. Lebih kelihatan lagi pas Nick Young minta sepatu Adidasnya di tanda tangan, rumornya malah sepatunya dibuang ke tempat sampah. Segitu sebelnya Kobe sama Adidas. Dan hubungan pun jadi retak.

Di masa bebas kontrak itu, dia “bebas sneaker” karena aturannya setahun nggak boleh tanda tangan kontrak dengan brand mana pun. Kobe pun mencoba segala brand sepatu di lapangan selama musim NBA 2002-03. Selama 82 pertandingan, Bryant mengenakan 65 pasang Air Jordans. Selain itu, ia memadukan sepatu And1, Converse, Nike, dan Reebok selama musim yang tak terlupakan itu.

Setelah setahun tanpa kontrak atau menjadi brand ambassador sebuah brand, akhirnya ia memutuskan untuk kontrak bersama Nike.