Kalau kota sebelumnya orang udah tau kehidupan kota Bandung seperti apa, kota berikutnya, Purwokerto,  pasti ga kebayang kan hype komunitas street culture di sana seperti apa. Makanya kita datengin langsung Sekawan Social Space buat uji skill jagoan-jagoan lokal Basket, Rap, Bboy dan Skateboarding di Purwokerto.banner-ads


TIM BUS LA STREETBALL baru saja tiba di Purwokerto. Siap nantangin komunitas di kota ini.

Komunitas Skateboarding

Bus LA Streetball langsung mendarat di komunitas Purwokerto Skateboarding. Sebelum menjajal skill mereka dan ngobrol-ngobrol, Satriavjie yang jadi juri, melihat ada yang aneh dari konsep skatepark anak-anak Purwokerto. Bukan skatepark pada umumnya, tapi cuma lapangan parkir yang dikasih Grind Rail buat mereka ngasah skill. Kata Vikra aka El Papi dan Edo sebagai ketua Skateboarding Purwokerto, memang maunya punya skate park, tapi apa daya, pemerintah setempat belum memfasilitasi dengan baik. Meski apa adanya, tapi semangat anak-anak buat ngasah skill skate mereka patut diacungi jempol. Seenggaknya, kata Vikri, orang-orang tahu kalau Purwokerto punya komunitas skateboarding yang siap nunjukkin skill walau cuma dari lapangan parkir. Keerennnnn!!


TIM BUS LA STREETBALL bareng komunitas skateboarding Purwokerto.

Komunitas Bboy

Selain punya komunitas skateboarding, Purwokerto punya komunitas Bboy, namanya Purwokerto Satria Breakin. Kata Dodi, ketuanya, LA Streetball termasuk kiblatnya anak-anak komunitas di Purwokerto buat berkarya dan harapannya jadi wadah yang bisa support semua komunitas, supaya semakin rame dan hidup. Assiaaappp!

Havied, salah satu judge di LA Streetball yang ikut ngobrol dengan anak-anak Bboy di Sekawan Social Space, ngeliat skill anak-anak dari kota kecil ini layak diapresiasi. Gue percaya, dari komunitas lokal ini bisa lahir orang-orang yang punya nama besar di dunia streetball. Satu kata buat mereka, “Salut!

Baca Juga: Sekarang, Jogja Punya Juara LA Streetball!




Salah satu anak dari komunitas Purwokerto Satria Breakin pamer skillnya.

Komunitas Rap Purwokerto

Setelah battle sama anak-anak Bboy, LA Streetball bareng MC Raben mencoba gali info soal trend dari Heru dan Roni, perwakilan dari freestyle rap Terror Mirror Purwokerto. Menurut mereka, rap atau hiphop di kota ini masih jadi minoritas, tapi dengan adanya LA Streetball yang juga ikut ngebesarin street culture, bisa bikin rap atau hiphop jadi besar di kota kecil ini. Gue suka semangat lo!


Raben, salah satu judge LA Streetball hangout bareng komunitas rap @terrorminor.collective Purwokerto setelah battle selesai.

Komunitas Basket

Bus LA Streetball yang digawangi salah satu juri kita, Rico Lubis, langsung menyambangi komunitas Hobi Basket Purwokerto. Komunitas ini emang baru berdiri setahu lebih, tapi streetball eksis di kota ini udah dari 10 tahun lalu. Untuk ukuran kota kecil, streetball tetap eksis hampir 10 tahun sih udah juara bangetlah.

Sebelum bertanding, Rico sempet ngobrol santai dulu bareng Bondan dan Risky, cuma pengen tau aja sih pandangan mereka soal LA Streetball. Dan ada cerita unik nih gais, ternyata salah satu member Hobi Basket Purwokerto udah tergila-gila sama streetball sejak umur 16 tahun! Ini GOKIL sik! Saking pengen ikutannya dan udah kaya jadi role modelnya Risky dari awal kenal basket sampe sekarang. Walau kata mereka, streetball sempet meredup, tapi jiwa streetball di hati mereka tetap membara! Tuh kan, apa gue bilang, emang cuma streetball yang paling keren gaisss! Hahaha!

Setelah ngobrol santai, selanjutnya Rico dan LA Streetball Allstars battle lawan komunitas Hobi Basket di lapangan. Jaga bola kalian jangan sampe loloooss!


Rico Lubis 1ON1 lawan komunitas Hobi Basket Purwokerto. Siapa yang menang kira-kira gaissss!

Semoga LA Streetball tetap menjadi inspirasi buat kota-kota lainnya, dan trend-nya nggak berhenti di ajang ini aja, tapi tetap ada dan menjadi culture anak-anak jaman sekarang!

On to the next..SEMARANG!