Para Rookie NBA tahun ini pastinya punya pengalaman sulit sekaligus unik untuk bisa transisi dari tempat ia bermain sebelumnya (HS, Kampus, atau Tim Pro), dikarenakan kebanyakan kompetisi libur karena pandemi. Sebagai contoh kompetisi antar kampus NCAA yang meliburkan aktivitasnya selama 2020 lalu dan hal tersebut pastinya menyulitkan para pemain untuk bisa menentukan masa depan mereka.

Apalagi saat Draft NBA digelar pun rasanya ada banyak keanehan karena adaptasi kebiasaan baru yang mengharuskan draft digelar secara online. Ditambah masa penyesuaian yang sangat amat singkat, hanya satu bulan saja, dan mereka (para rookie) harus sudah siap untuk bertanding.

Ada dua nama yang menonjol memang tahun ini, yaitu Anthony Edwards dan Lamelo Ball. Kali ini Bromin bahas LaMelo dulu kali ya. Berhubung “Si Anak Ajaib” ini sudah lebih banyak pengalaman di liga lain sebelum akhirnya masuk ke draft NBA. Ditambah Bapaknya yang kebanyakan omong jadi aja LaMelo dibenci banyak orang karena cuma jadi bagian dari ambisi Lavar Ball.

Di Usianya yang masih dibawah 20 tahun, LaMelo kasih liat kalo dirinya udah sangat matang berada di NBA. Ini adalah buah dari pengalaman ia bermain di Lithuania dan NBL Australia pastinya. Musim pertamanya ini memang diwarnai oleh cedera, tapi sepanjang waktu berjalan di NBA ia mencetak rataan yang cukup bagus buat seorang rookie, 15.9 poin per game, 5.6 rebound per game dan 6.1 assist per game.

Pencapaian ini pastinya bikin Opa Jordan bangga karena kolaborasi antara LaMelo dan Bridges bikin komentator Hornets jadi bahan lucu-lucuan di social media saking udah lama bangetnya Hornets punya highlights spektakuler kaya sekarang, hahaha.

Pencapaian yang udah bisa bungkam banyak haters ga sih ballers menurut kalian?