Beberapa streetballers mungkin mendengar kalimat LA Streetball Challenge The World pasti akan terpikir tentang persaingan ketat dari streetballer-streetballer tanah air, latihan keras, dan pastinya pergi bertanding di luar negeri ballers.

Ini pula hal yang ditakutkan oleh Redho Nur Aziz di awal ia terpilih untuk 40 besar CTW2019 lalu. Redho dipilih oleh tim pelatih setelah ia bermain bagus di scouting talent Jakarta Bersama komunitasnya Hobi Basket Jakarta. Pemain kidal asli Kota Padang Panjang, Sumatera Barat ini memang jadi bintang buat komunitasnya dan berhasil mengantarkan ke kloter final.

Di fase training camp, sejak awal saingan Redho memang bukanlah pemain-pemain yang sembarangan. Banyak dari mereka sudah memiliki pengalaman baik di liga pro maupun di CTW sendiri. Tapi hal ini justru memantapkan ia untuk terus bersaing hingga akhir.

“Gak gampang sih waktu itu, rada minder juga karena yang lain lebih banyak pengalaman. Cuma saya rasa karena saya ini salah satu pemain komunitas, pastinya kalo kasih 100% di setiap latihan pelatih akan liat” katanya Redho mengingat saat latihan pertama di TC.

Memang latihan yang ia lewati selama 2 bulan lebih di fase training camp sangat berat, mulai latihan taktik, fisik, scrimmage game dan macam-macam latihan lainnya. Ditengah TC Redho mengaku sempat ingin menyerah, tapi keyakinan ia bisa terpilih menuju ke Shanghai Kembali membesar setelah beberapa saingan terdekatnya tereliminasi.

“Setelah ada beberapa yang kecoret, saya paksa setiap latihan buat kasih gak 100 lagi tapi 1000 karena keberangkatan menuju Shanghai udah dekat”

Akhirnya kerja keras Redho terbayar ketika Coach Joko memilih ia untuk masuk dalam tim ke Shanghai.

“Saya terpilih karena mau banggain temen-temen di komunitas dan Padang Panjang. Saya buktiin kalo keinginan kita keras, pasti akan terbayar nantinya. Kebetulan saya dibayar dalam waktu singkat dan bisa pergi ke Shanghai, kota yang sebelumnya gak pernah terbayang dalam hidup saya bakal saya datangi” Tutupnya.