Pertama kali bromin dulu ketemu Rioga adalah di scouting talent 2017. Waktu itu perawakan Rioga masih kurus kecil dengan tipikal handle basket jalanan yang banyak gaya. Eitss banyak gaya yang bromin maksud diatas adalah kombinasi jurus yang dia punya, beberapa kali kalian yang udah tau Rioga pasti sering dong liat “Elbow Pass” ala Jason Williams? Nah inilah yang bromin maksud, pemain ini punya attitude streetball yang gak banyak dimiliki sama orang lainnya.

Sebelum dikenal banyak publik basket Indonesia, Rioga sukses jadi tim all star di salah satu kompetisi pelajar terbesar di Indonesia. Tapi uniknya attitude streetballnya ini gak pernah hilang sekalipun ia menjalani latihan bareng pelatih-pelatih bersertifikasi NBA, yang notabene professional.

Attitude inipun yang akhirnya mengantarkan Rioga ke CTW 2019, dimana ia berkesempatan ikut dalam training camp bersama pemain-pemain terpilih lainnya dan dilatih langsung oleh legenda streetball dunia, Patrick Robinson aka Pat The Roc.

Di latihan bareng Pat The Roc inilah Rioga ngerasa modal utamanya sebagai pemain basket yaitu, Dribble, Stamina, dan Visi Bermain semakin terasah. Inipun juga diakui oleh sahabat baik Rioga yang juga dunker di CTW 2019, Raven Pradicta.

“Gak tau ya sama Pat The Roc ini latihannya bukan kaya yang Yoga pikirin tentang streetball. Yoga kira bakal cuma latihan dribble-dribble aja, ternyata semua aspeknya dia liat. Apalagi selalu setiap latihan kita di pressure buat attack basket dan poin! Gila banget sih emang sama dia latihannya..” cerita Rioga tentang latihan bareng Pat The Roc.

Ya, modal inilah yang juga akhirnya mengantarkan Rioga pergi ke Shanghai, terpilih dalam skuad CTW 2019. Sepulangnya dari Shanghai, ia pun langsung mendapatkan kontrak untuk bermain di Liga Pro bareng West Bandits.

Jadi masih ngerasa streetball itu cuma gaya doang ballers? Hmm kurang tepat deh kayaknya hehehe 😆