Sekarang kota ini punya museum basket atau bisa dibilang juga galeri basket. Kerennya, museum ini masuk MURI karena termasuk galeri basket terbanyak dan terlengkap se Asia Tenggara! Sadis banget ga tuh!

Para penggila basket , apalagi fans berat Jordan bisa pelesiran buat memuaskan hasrat di The Bucket List Bogor.


 

Banyak banget memorabilia yang bisa kaliat lihat di sana FYI aja ya gengs, museum ini tergolong baru dan diresmikan Desember 2020 lalu.

“Tadi saya sudah cek, bahwa mungkin ini koleksi paling lengkap se-Asia Tenggara. Wisatanya dapat, olahraga basket dapat, dan yang penting edukasinya dapat,” kata Pak Sandiaga Uno. Mantap nggak tuh Ballers!



Punya konsep one stop entertainment dengan slogan “All Star, All In”, The Bucket List menghadirkan tiga pilihan pengalaman, yaitu education, experience, dan entertainment dalam satu tempat. Yang patut diacungi jempol dari tempat ini, lapangan basketnya berkelas dunia dengan standarisasi Federal Basket Internasional (FIBA).



Menurut sang pendirinya, Helmi Yusman Santoso, mulai dari ukuran, ring basket import persis seperti yang dipakai di Asean Games, hingga lantainya sudah dilengkapi dengan lapisan karet,lapisan kayu, dengan tribun yang dapat menampung 300 orang dan beberapa lapisan yang aman untuk lutut ketika pemain terjatuh.



Kalau Ballers laper, tenang aja, ada The Bucket List Kitchen, restoran dengan nuansa basket, dan toko yang menjual perlengkapan olahraga basket.



Di area museum, terdapat galeri galeri pemain nasional dan internasional. Ada sekitar 300 koleksi mulai dari jersey, sepatu, medali, piala, action figure, dan foto para pemain basket legendaris, mulai dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar benda benda yang ada di museum adalah koleksi pribadi Helmi sejak tahun 2010, misalnya seperti jersey bertanda tangan dan sepatu yang pernah dipakai para pemain basket kondang".



Di galeri ini ada jersey bertandatangan Kobe Bryant, Michael Jordan, Stephen Curry, dan lainnya. Sementara koleksi Jersey pemain basket nasional ada Denny Sumargo, Riko Hantono, Antonius Ferry Rinaldo, Mario Wuysang, Romy Christanto Chandra, Christian Ronaldo Sitepu, Roni Gunawan, I Made Sudiadnyana, dan masih banyak yang lain," kata Helmi.

Jadi, harapannya dengan adanya museum ini bisa membuat generasi muda belajar dari legenda basket yang mendapatkan medali di liga internasional, juga bagi para orang tua atau penggila basket, kalian bisa bernostalgila di The Bucket List.

Buat penggila basket, jangan ngaku anak basket banget kalau belum ke The Bucket List.

Cus! Kita kemon ke kota Hujan!