Menjadi seorang fotografer adalah suatu profesi yang banyak diminati sejak dulu. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kini telah hadir kamera dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh siapapun yang ingin belajar fotografi. Hal tersebut membuat fotografi tidak semewah dulu, karena telah banyak orang yang mulai memahami teknik pengambilan foto yang baik dan benar. Apalagi dengan banyaknya artikel yang membahas berbagai hal soal fotografi, membuat para fotografer pemula tidak harus ikut sekolah fotografi yang relatif mahal untuk menjadi seorang fotografer profesional.

Namun dengan segala pengetahuan soal teknik pengambilan gambar, ada hal yang perlu diperhatikan oleh seorang fotografer pemula dalam memulai bisnis, di antaranya:

Membuat Portofolio Semenarik Mungkin

Dengan memahami tata cara pengambilan gambar yang baik dan benar, Anda telah memiliki beberapa hasil foto dalam portofolio yang bisa menjadi nilai jual kepada klien. Namun, foto yang bagus saja tidak cukup. Anda harus dapat membuat portofolio Anda semenarik mungkin agar klien pun juga dapat melihat sisi kreatifitas Anda, bukan hanya kemampuan Anda dalam mengambil gambar suatu objek.

Bertemu Calon Klien

Setelah membuat portofolio yang menarik, kemungkinan Anda mendapatkan klien sangatlah besar. Sebelum Anda memulai bekerja, Anda akan berhadapan langsung dengan calon klien Anda untuk mendiskusikan proses pengambilan gambar yang diinginkan. Berpakaianlah dengan rapi dan sopan. Walaupun Anda seorang fotografer lepas (freelance), Anda tetap harus menunjukkan jiwa profesionalisme. Dengan melihat penampilan Anda, klien juga dapat menilai bagaimana cara Anda bekerja. Jika Anda datang dengan penampilan yang semaunya, bisa saja calon klien membatalkan kerjasama dengan Anda.

Pilih Konsep Terbaik

Pada saat Anda bertemu dengan klien, tantangannya adalah Anda harus mempunyai konsep terbaik untuk dijual. Klien Anda mungkin juga telah memiliki beberapa konsep yang akan mereka berikan kepada Anda, namun Anda harus dapat membuat bagaimana konsep Anda lah yang dipakai. Dengan memakai konsep Anda pada saat proses produksi, Anda akan lebih paham dengan apa saja yang harus dilakukan. Untuk itu, konsep awal dari Anda harus dapat lebih menarik dibanding yang ditawarkan klien Anda.

Mendata Apa Saja yang Dibutuhkan

Jika Anda sudah mendapatkan kesepakatan dengan klien mengenai konsep yang akan dipakai, tentunya Anda juga harus tau hal apa saja yang diperlukan pada saat proses produksi nanti. Kamera dan lensa apa yang akan Anda pakai, peralatan apa saja yang dapat membantu, dan juga berapa kru yang Anda perlukan untuk membantu. Jika dalam hal ini Anda harus memotret suatu produk yang mengharuskan Anda menyewa seorang model, Anda juga harus mencari beberapa pilihan model terbaik sesuai dengan kebutuhan klien Anda.

Budgeting

Dalam hal budgeting, Anda tidak hanya memikirkan biaya jasa Anda saja. Selain biaya jasa fotografer, Anda juga perlu memikirkan biaya penyewaan alat-alat yang akan digunakan, biaya sewa studio, biaya model, biaya kru, dan juga biaya konsumsi kru yang terlibat pada proses produksi. Jadi, jangan langsung tergiur dengan angka yang Anda kira sudah besar, karena biaya produksi fotografi tidaklah murah.

TAGS : Lensa camera

#LensaCommunity