Fotografi arsitektur erat kaitannya dengan street photography karena keduanya berhubungan dengan ruang. Selain itu, arsitektur juga bukan hanya sekedar bangunan saja, tetapi landscape dan ruang publik yang ada di sekitar bangunan. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

Sudut Pandang

Yang terpenting dalam pengambilan gambar arsitektur adalah sudut pandang. Tidak ada tips dan trik khusus dalam memilih sudut pandang yang menarik, yang terpenting adalah banyak - banyak bereksperimen dalam menemukan sudut pandang yang bagus. Dalam pencarian sudut pandang yang pas, kita harus banyak bergerak dan mengambil gambar dari berbagai angle.

Pencahayaan

Yang tak kalah pentingnya adalag faktor pencahayaan. Dalam pengaturan cahaya ini, yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari cahaya tersebut, tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap namun detail bangunan yang tetap terlihat. Untuk pengambilan faktor eksterior arsitektur, kamu bisa manfaatkan pencahayaan dari sinar matahari.

Gunakan Lensa Wide atau Fish Eye

Biasanya, dalam pengambilan gambar arsitektur, para fotografer menggunakan lensa khusus wide atau fish-eye yang biasa digunakan para landscaper. Dengan menggunakan lensa wide atau fish-eye, Anda akan menangkap lebih banyak detail arsitektur dalam satu frame.

Refleksi

Salah satu langkah yang bisa dicoba adalah dengan menambahkan refleksi, seperti refleksi dari sebuah gunung di permukaan danau atau, refleksi yang didapat dari genangan air. Trik ini bisa mendramatisasi hasil foto arsitekturmu dan lebih appealing untuk mata para penikmat foto.

Gunakan Aperture Sempit

Bokeh atau blur tentunya tidak cocok digunakan untuk menghasilkan gambar arsitektur yang bagus. Untuk itu, gunakan aperture sempit karena dapat membantu mempertajam setiap detail gambar. Detail sangat penting dalam foto arsitektur, karena tujuan dari fotografi arsitektur sendiri adalah menunjukkan keindahan sebenarnya setiap bangunan dari berbagai sudut pandang yang tidak biasa.

ISO Rendah + Tripod

ISO rendah biasanya digunakan dalam banyak pengambilan gambar, seperti Travel Photography, landscape, Night-shot dan juga termasuk arsitektur bangunan. Kelebihan dari ISO rendah adalah menghasilkan gambar yang tidak pecah atau memiliki detail ketajaman yang lebih. Namun, hal tersebut biasanya akan memperlambat shutter speed. Maka dari itu, tripod  sangat diperlukan. ISO yang sering dipakai biasa nya berkisar antara 100 dan tidak lebih dari angka 500.

Sering Bereksperimen

Poin terpenting adalah sering bereksperimen atau seringlah keluar untuk mengambil gambar. Karena dengan sering latihan lah, Anda akan lebih memahami cara pengambilan gambar yang bagus dan juga menentukan settingan yang pas dalam berbagai kondisi.

 

Selamat mencoba! ☺

TAGS : Lensa camera

#LensaCommunity