Untuk mendapatkan hasil foto landscape di malam hari, Anda perlu memperhatikan beberapa tips di bawah ini untuk mendapatkan hasil yang bagus.

1. Gunakan Format RAW

Untuk mendapatkan foto terbaik diperlukan kualitas gambar terbaik yang dimiliki format RAW, tentunya lebih baik dari JPEG. Format RAW dapat diutak-atik, baik pengaturan white balance, brightness ataupun contrast nya tanpa menurunkan kualitas gambar tersebut. Tonal warna pada format RAW jauh lebih banyak dari JPEG, jadi gambar yang dihasilkan pun akan lebih kaya warna.

2. Gunakan Tripod Dan Shutter Release atau Self Timer

Gunakan tripod untuk meredam getaran saat terjadi shutter lag (waktu jeda antara tombol ditekan sampai dengan gambar terekam). Namun tidak cukup hanya dengan tripod, kita juga membutuhkan shutter release. Dengan alat ini, Anda tidak perlu menyentuh tombol shutter pada kamera, cukup dikendalikan dan jepretan Anda akan bebas getaran. Bagaimana bila lupa membawa shutter release? Anda bisa menggunakan self timer, sehingga  jeda waktu antara tombol ditekan dengan saat gambar diambil cukup jauh, sehingga getaran yang dihasilkan oleh tangan akan hilang.

3. Gunakan Lensa Wide Angle

Lensa Wide angle atau lensa sudut lebar sangat baik untuk memotret landscape, selain mempunyai sudut pandang yang lebar, juga mempunyai Depth of Field yang lebar pula, sehingga seluruh bagian gambar akan nampak jelas dan terang. Untuk mengurangi dampak flare, Anda dapat menggunakan lens hood yang berbentuk cincin serta gunakan bukaan aperture sempit agar gambar tajam di semua sudut.

4. Gunakan Aperture yang Paling Tajam

Untuk memotret landscape atau gambar dengan sudut pandang yang lebar, menggunakan bukaan aperture sempit mampu menghasilkan gambar yang tajam di setiap bagian. Namun dengan menggunakan setting bukaan aperture tersempit, misal f/22 , kualitas ketajaman gambar akan kurang maksimal. Hal ini bisa dikarenakan distorsi aberration yang dihasilkan saat lensa berada pada bukaan tersempit.

5. Gunakan Mirror Lock-up

Selain penggunaan tripod dan shutter release untuk mengurangi getaran pada gerakan cermin, Anda dapat mengaktifkan fitur mirror lock-up atau exposure delay mode. Menggunakan fitur ini akan sangat bermanfaat menghasilkan gambar yang tajam. Saat menggunakan mirror lock-up, maka mirror kamera akan bergerak ke atas atau ke bawah untuk mengijinkan cahaya masuk menuju sensor.

6.  Sesuaikan Setting White Balance

Kondisi perkotaan pada malam hari kadang bisa menipu auto white balance, karena ‘mata kamera’ tidak sama dengan mata manusia dalam melihat. Auto white balance hanya dapat bekerja dengan baik pada rentan 3000 hingga 7000K. Dengan white balance yang baik, maka kertas putih akan tetap berwarna putih, dalam suhu cahaya apapun, baik diterangi lampu pijar ataupun lilin. Setting white balance berarti menormalkan warna putih yang berarti juga menormalkan warna yang lain agar nampak natural.

7. Jangan Menaikkan ISO

Sebisa mungkin jangan menaikkan ISO. Tempatkan setting ISO di titik terendah yang dimiliki kamera Anda, misal ISO 100 atau ISO 50. Menaikkan ISO berarti menaikkan noise dan mengurangi ketajaman. Hal ini sangat memungkinkan karena dengan penggunaan tripod maka shutter speed tidak perlu dalam kecepatan tinggi.

8. Air Dapat Menimbulkan Kesan Artistik

Carilah genangan air/danau yang tenang atau laut yang dapat memantulkan cahaya lampu atau gedung-gedung gemerlap sehingga foto tampak artistik. Bukan hanya pada siang hari, terkadang pada malam hari pantulan air ini juga sangat indah dan sayang untuk dilewatkan.

9. Gunakan Fokus Manual

Fokus manual sebenarnya mampu menghasilkan gambar yang tajam secara konsisten walaupun agak ribet dalam menggunakannya. Alihkan dari view finder menjadi mode live view. Kemudian, gunakan tombol zoom/magnifying untuk memperbesar/melihat secara detail ketajaman subjek, kemudian putar ring manual fokus pada lensa untuk mendapatkan ketajaman maksimal. Setelah subjek terlihat tajam, Anda bisa melakukan zoom out dan mulai mengabadikan subjek. Hal ini tentu memakan sedikit waktu dalam setting fokus manual dan bisa jadi Anda akan kehilangan momen berharga. Namun jika Anda memiliki cukup waktu, fokus manual akan sangat bermanfaat.

10. Gunakan focal length pendek

Jika Anda menggunakan lensa zoom, pilihlah focal length yang pendek karena dengan focal length panjang akan berpotensi memunculkan blur, karena pada lensa dengan focal length panjang sedikit saja getaran bisa mengacaukan gambar. Mengubah focal length tentunya juga akan merubah komposisi, jadi Anda perlu bersabar dan melakukan beberapa percobaan ulang untuk mendapatkan komposisi yang terbaik.

TAGS : Lensa camera

#LensaCommunity