Perbedaan yang sangat mencolok antara seorang fotografer dan videografer adalah hasilnya, fotografer “menangkap” dan videografer “merekam”, terkesan mirip tapi bukan satu hal yang persis. Pindah haluan dari fotografer ke videografer tidak semudah seperti seorang kurir antar makanan pindah menjadi mengantar orang.

Ketika seorang fotografer memasuki dunia video, akan butuh waktu yang terbilang relatif karena prinsip dasarnya alat yang digunakan “sama” fungsi-fungsi juga settingan terkesan mirip. karena itu jugalah foto dan video merupakan hal yang berbeda.

Berikut, ada beberapa tips dan informasi mengenai dunia video yang mungkin dapat membatu kamu untuk pindah haluan, dari fotografer menjadi videografer.

1. LATIH BERGERAK DENGAN STABIL

Sama halnya dalam menangkap atau memotret, dalam videografi gambar haruslah tetap stabil dalam merekam. Hal ini bisa dikatakan jadi sangat penting karena audiens akan sangat terganggu bila hasil video terlalu shaking (goyang). Tipsnya adalah perhatikan cara pernafasan mu saat mengambil momen video, jangan terlalu cepat ataupun lambat karena akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan kamera. Kamu juga bisa menggunakan Stabilizer, tripod atau monopod, untuk menjaga kestabilan.

2. PAHAM FITUR KAMERA


Bagi seorang fotografer tentunya sudah paham betul fitur dan fungsi dari sebuah kamera. Seperti “Diafragma” atau bukaan, ini merupakan poin penting juga saat merekam, karena dasarnya fotografer sudah paham tentang berapa banyak cahaya yang dibutuhkan jadi akan lebih mudah untuk dapat merekam momen saat bikin video.

“Shutter Speed” Poin kedua yang terpenting adalah shutter speed, berbeda dengan diafragma, shutter speed dalam video kamu harus menyesuaikan dengan subjek yang bergerak, lambat ataupun pelan gerak subjek shutter speed ada di kendali kamu. Dan dibutuhkan banyak percobaan untuk melatih ini.

“ISO” ISO juga ambil peran dalam mendapatkan kualitas video yang terbaik. Bisa dibilang ISO terkadang ISO jadi hal terpenting untuk kualitas video yang apik. Semakin baik performa ISO kamera, maka semakin baik kualitas yang dihasilkan bahkan dalam keadaan low-light.

3. PELAJARI RESOLUSI

Resolusi bagaikan nyawa dalam sebuah video, selain “menjual” cerita, dalam videografi “memamerkan” resolusi dengan tujuan kualitas yang memanjakan mata audiens. Jika di kamera mu ada fitur Log Gamma, cobalah untuk menggunakanya karena hasilnya akan jauh lebih baik. Fungsinya mampu merekam video dengan kemampuan memilih cahaya dan warna. Memang susah untuk dijelaskan dengan teori, cobalah berkreasi dengan caramu. Oiia jangan sampai lupa resolusi juga bisa kamu atur sendiri lho untuk hasil kualitas gambar yang kamu inginkan.

Nah, berikut 3 tips dasar jika kamu ingin mencoba pindah haluan dari fotografer ke videografer. Selamat mencoba, jangan takut salah! Follow dan pantau terus @lensacommunity untuk mendapatkan berita terupdate seputar fotografi, videografi, dan hal yang lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya