Lampu Hazard atau darurat adalah salah satu pelengkap yang selalu ada di kendaraan beroda empat. Sesuai namanya, lampu ini digunakan saat kamu sedang mengalami keadaan emergency. Tapi, banyak orang yang salah mengartikan fungsi sebenarnya dari lampu hazard ini. Nah, ini nih 4 kesalahan paling sering dilakukan banyak orang tentang penggunaan fitur khusus ini.

banner-ads

Saat Hujan

Banyak pengendara menyalakan lampu hazard saat hujan lebat. Tujuannya sih baik, untuk memberi tanda dan menginformasikan posisi mobil. Padahal menyalakan lampu ini saat hujan sangat nggak dianjurkan. Penggunaannya bakal berakibat pada lampu sein yang nggak bisa digunakan. Hal ini tentunya membahayakan ketika kamu ingin belok arah.

Melintasi wilayah berkabut

Mirip dengan kasus sebelumnya, sebaiknya jangan menyalakan lampu hazard saat melintasi wilayah berkabut. Hal ini dikarenakan nggak sesuai dengan fungsi sebenarnya lampu hazard tersebut. Ketika berada di wilayah seperti ini, lebih baik kamu menggunakan lampu utama, atau fog lamp yang berwarna kuning.

Memasuki Terowongan yang Gelap

Saat memasuki terowongan gelap, menggunakan lampu utama saja sudah lebih cukup untuk memberitahukan posisi mobil. Lampu hazard yang dinyalakan di daerah seperti ini hanya akan membuat bingung pengendara lain.

Melaju lurus saat berada di persimpangan

Pernah melihat kendaraan menyalakan lampu hazard saat melintas di persimpangan? Sebenarnya siapa pun juga bakal tahu kalau mobil tersebut hendak mengambil jalan lurus tanpa harus menyalakan lampu darurat. Hal yang terpenting adalah jalan pelan-pelan dan nggak perlu gegabah.

Nah, sekarang sepertinya udah nggak ada alasan lagi ya untuk salah menggunakan lampu hazard.