
Ecodriving adalah cara modern dan cerdas dengan tujuan utama menghemat bahan bakar, dengan tetap mempertimbangkan keamanan berkendara dan kecepatan waktu. Jadi enggak hanya menghemat biaya, tetapi juga mengurangi emisi CO2 dan polutan yang dikeluarkan kendaraan .
“Ecodriving lebih fokus pada cara berkendara dari driver itu sendiri, yang berdampak pada penghematan bahan bakar. Kalau bahan bakar hemat, artinya partikel sisa pembakaran yang terbuang makin kecil. Sehingga efek pencemaran lingkungan makin berkurang,” ungkap Rifat Sungkar dari Rifat Driving Labs (RDL) Jakarta.
Dengan menguasai cara berkendara yang cerdas, selain hemat bahan bakar juga akan berimbas pada biaya. Semangat Ecodriving sendiri menjadi konsen kampanye berkendara setelah Safety First dan Devensife Driving. Ada lima hal yang mesti diperhatikan untuk menerapkan Ecodriving.
1. Antisipasi Lalu Lintas
Maksudnya untuk menjaga jarak aman berkendara dan jarak pengereman. Dengan menjaga jarak aman, loe bisa mengatur tarikan gas agar lebih smooth. Tarikan gas sangat mempengaruhi banyaknya BBM yang disemburkan ke mesin. “Tarik gas dengan lembut dan tidak sering melakukan pengereman mendadak. Kalau kondisi lalu lintas macet, jarak pengereman harus tetap dijaga, minimal 3 detik atau 100 meterlah,” jelas Rifat.
2. RPM Rendah
Mengemudi dengan halus, kecepatan konstan dan pada RPM rendah akan berimbas pada penggunaan bahan bakar. Sebaliknya, mengemudi pada kecepatan tinggi atau pada RPM tinggi, akan meningkatkan konsumsi bahan bakar kendaraan.
3. Pergeseran gigi sesuai kecepatan
Misalnya gigi satu untuk kecepatan di bawah 20 km/jam, gigi 2 untuk 20 km/ jam, gigi 3 untuk 30 km/ jam dan seterusnya. Ini berlaku untuk kondisi jalan datar dengan melihat kondisi lalu lintas yang tidak macet
4. Tekanan Ban
Penggunaan tekanan ban sesuai aturan yang tertera di mobil akan membantu penghematan bahan bakar. Lakukan pengecekan secara berkala. “Minimal 3 bulan sekali lakukan pengecekan tekanan. Selain menghemat bahan bakar, juga bagian dari safety riding,” terang Rifat.
5. Gunakan AC Secara Cerdas.
Dengan kondisi lingkungan Indonesia yang panas, AC tentu tidak bisa lepas dari mobil. Agar BBM lebih ekonomis lakukan juga pemeliharaan AC secara berkala.
