BMW R NineT The Stockholm ?Syndrome

LAZONE.ID - BMW R NineT The Stockholm ‎Syndrome‎ juara kedua di antara puluhan Harley Davidson.

Unique Custom ‎Cycles punya reputasi yang baik selama 20 tahun berkarya sebagai builder motor. Bagaimana ketika mereka ditantang mengubah BMW R NineT?

‎Pengalaman yang cukup lama itu ditantang langsung oleh BMW Motorrad. Mereka datang dengan langsung memberikan motor yang melegenda tersebut.

Proyek berjuluk The Stockholm ‎Syndrome itu nantinya bakal dipentaskan dalam sebuah ajang Norrtalje Custom Bike Show. BMW memberikan mereka waktu lima minggu saja!

‎Meski punya segudang pengalaman, Noren dan Roth ternyata sempat tak bisa tidur usai mendapat tantangan itu. Hampir setiap malam dua builder tersebut hanya memandangi motor yang khusus diproduksi untuk mengenang 90 tahun motor BMW yang melegenda.

‎Kerja keras itu pun tak sia-sia. Mereka berhasil membuat sebuah roadster yang kinclong dan gagah. Hal yang paling utama dalam ubahan itu adalah shock depan yang dibuat lebih tinggi.

Mereka bekerjasama dengan Tolle Engineering‎ membangun garpu tersebut. Sistem pengereman juga mendapat bantuan dari ISR dengan fitur radial kaliper 6 piston ABS.

‎Dari sisi frame, mereka memotong beberapa derajat sehingga terbentuk lekukan sempurna yang memperkuat genre motor tersebut. Tangki bahan bakar juga tidak dipertahankan, mereka memilih untuk membuat sesuatu yang baru agar cocok dengan bagian jok.

‎Meski tampilan retro, akan tetapi modifikasi itu tidak mengubah apapun dari sistem BMW.

The Stockholm ‎Syndrome‎ lantas mengarungi hampir 100 Km menuju motor show itu diadakan. Sebelum masuk, mereka ternyata sempat tak yakin karyanya bakal dilihat juri. Apalagi 50 motor yang ikut dalam kelas tersebut didominasi oleh Harley Davidson dengan berbagai gaya.

‎"Kelas custom merupakan kelas terbesar, jadi kami melawan builder yang sebagian besar mengubah Harley. Kami pikir, kami tak punya banyak kesempatan karena beberapa dari mereka punya banyak pengalaman," kata Noren.

‎Dan, benar saja dugaan tersebut. Mereka gagal meraih juara pertama, akan tetapi mereka masih bangga karena menempati urutan kedua.