Ketika diluncurkan tahun 80'an silam, BMW R100 RS menjadi motor yang berkonsep baru. RS langsung menduduki puncak dengan bentuk fairingnya.

Mungkin hari ini, kalian banyak menemukan fairing RS menjadi sampah di setiap jalanan. Tapi, bagi seorang Luka Cimolini, bentuk motor klasik itu justru bisa menjadi sebuah karya emas.

Luka memang tahu benar membuat grafis yang tepat untuk RS. Fairing yang disebut sampah itu menjadi sesuatu yang begitu menarik.



Tentu ada beberapa bagian yang dipangkas. Lalu bagian headlamp terlihat kotak dan kaku, ciri khas motor klasik.

"Saya banyak menghabiskan waktu di garasi yang jauh dari komputer. Itu adalah suatu keharusan, saya harus mencoba membangun setiap bagian yang saya bisa karena saya senang melihat hasil karya sendiri," katanya.

Berbagai ide itu dikumpulkan hingga diputuskan untuk membawa swingar, single sided 'Monolover'. Ia mengubah bagian front end juga dengan bagian ekor dari fiberglass yang dibentuk tajam.
 


Proses pengecatan juga menjadi hal wajib demi mempercantik tampilan motor. Luka memilih livery berwarna biru berlapis khas BMW klasik Alpine White.

"Setiap kali saya selesai membangun satu sepeda, pikiran saya mendapat penuh ide-ide baru-jadi saya tidak sabar untuk memulai proyek lain," pungkasnya.