Semua orang pasti akan sangat menikmati ketika mengendarai BMW S 1000 RR. Motor tersebut punya mesin yang dianggap menjadi salah satu yang paling cepat.

‎Itu dari sisi mesin, belum ditilik dari bagian lainnya. Motor 4 silinder itu punya traksi kontrol mumpuni di bawah mesin ganasnya.

Tak cuma itu, BMW juga seperti menciptakan sebuah motor super karena dari sisi ECU, mulai dari transmisi hingga suspensi‎ semua bisa diatur lewat tombol saja. Ini motor modern, bukan motor konvensional yang cuma mengandalkan kopling dan besar mesin saja.

‎Motor buatan Jerman itu juga disebut sebagai superbike yang paling mudah dikendalikan, bahkan menjadi pilihan utama bagi California Superbike School.

‎BMW Motorrad France memutuskan sesuatu yang mengejutkan. Mereka memberikan motor tersebut kepada PRAEM, builder bersaudara, Sylvain dan Florent Berneron. Mereka berasal dari keluarga pembalap sejak 70'an.

‎Mereka memutuskan untuk membangun BMW itu berdasarkan keinginan pribadi, alias ego sendiri. Tapi, mereka juga tahu bahwa BMW itu terlalu spesial untuk dioprek bagian mesin dan ECU.

‎Ya, selama beberapa bulan BMW kini menjadi Optimus karya PRAEM. Inspirasinya tentu saja bisa kita tebak, itu adalah motor balap tahun 80'an.

‎Mereka membuat bodywork dengan fairing tiga perempat. Gaya pengecatan disebut sebagai penghormatan kepada BMW Arts Cars, Alexander Calder BMW 3.0 CSL yang turun balapan selama 24 jam di Le Mans pada 1975.