Perang Dunia Kedua mengubah segala hal yang berkaitan dengan industri. Padahal sebelumnya, pabrikan motor asal Jepang merajai hampir di seluruh penjuru dunia.
Setelah era perang, setiap negara berlomba memperbaiki segala sistem perekonomian. Motor merupakan salah satu kendaraan yang juga ikut andil dalam pembangunan negara.
Selain Jepang, Amerika Serikat juga terus membangun motor-motor yang terus disebarkan ke penjuru dunia. Tapi, untuk menguasai pasar Eropa pabrikan sebesar Harley Davidson pun seperti kesulitan.
Oleh sebab itu, Harley membeli sebuah merek asal Italia, Aermacchi. Perusahaan itu memang tak hanya bergerak di dunia motor saja.
Aermacchi juga dikenal sebagai perusahaan pesawat terbang. Pasca perang, sepeda motor dianggap bisa meredam penurunan penjualan alat-alat militer.

Adalah Scott Brown yang pada era sekarang kembali membangun sebuah Aermacchi Harley 350SX. Motor tersebut awalnya bergenre enduro dan diubah oleh Scott menjadi cafe racer. Ia mengaku menemukan motor bangkai di garasi milik kakeknya.
Pembangunan pun langsung dilakukan dengan memakai seluruh bagian bodi dari pabrikan asal Inggris, Rickman Motorcycles. Sementara pada bagian garpu depan, ia memakai produk Yamaha dengan sedikit ubahan pada bagian cakram.
"Saya telah memenuhi mimpi saya dengan menyelesaikan motor ini. Kominasi dari Amerika dan Harley, Italia dan Aermacchi, Inggris dan Rickman dan Jepang dengan Yamaha, membuat motor ini sangat istimewa bagi saya. Saya berharap bisa menunjukkan kepada kakek saya apa yang baru saya buat," kata Scott.
