Helm classic adalah helm dengan desain bernuansa retro atau vintage yang banyak dipilih karena tampilannya cocok dengan motor bergaya klasik, custom, hingga cafe racer. Meski mengutamakan tampilan retro, fungsi utama helm tetap melindungi kepala sehingga harus memenuhi standar keselamatan dan punya ukuran yang pas.

banner-ads

Di Indonesia, helm pengendara kendaraan bermotor roda dua termasuk produk yang wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Acuan yang berlaku dalam skema sertifikasi saat ini adalah SNI 1811-2007 dan SNI 1811-2007/Amd1:2010.

Apa Itu Helm Classic?

Helm classic atau helm retro mengacu pada gaya desain yang mengambil inspirasi dari helm generasi terdahulu. Ciri yang umum terlihat antara lain bentuk shell yang sederhana, warna klasik, visor minimalis, hingga desain yang cocok dipadukan dengan motor bergaya retro.

Baca Juga: Sunmori Adalah Sunday Morning Ride, Ini Panduannya

Gaya ini populer di kalangan pengguna motor custom karena mudah dipadukan dengan berbagai konsep kendaraan. Pengguna Vespa, motor klasik, maupun motor cafe racer juga sering memilih desain helm yang memiliki karakter serupa dengan motornya.

Jenis Helm Classic yang Populer

Istilah seperti bogo atau cakil pada dasarnya lebih banyak merujuk pada gaya atau bentuk helm. Ini karakter masing-masing helmnya.

1. Helm Bogo

Model helm bogo original memiliki desain bentuk batok yang bulat, terbuka di bagian wajah (half face atau open face), dan biasanya dipadukan dengan kaca visor cembung atau datar khas gaya vintage. Helm ini cocok dijadikan sebagai helm Vespa atau motor skutik (matic) lainnya.

2. Helm Cakil

Selanjutnya ada helm cakil, helm classic full-face bergaya retro atau vintage yang memiliki ciri khas bagian dagu (mulut) yang menonjol dan meruncing ke depan. Nama ini diambil dari tokoh wayang Cakil yang dikenal punya rahang bawah yang maju.

Desain asli helm cakil sering kali terbuka di bagian mata (tanpa kaca atau visor bawaan), sehingga lo harus memasang kacamata goggles klasik atau kaca pilot terpisah. Namun, di bagian atas depan biasanya terpasang lidah helm atau pet pendek untuk menghalau silau matahari atau kotoran.

Baca Juga: Komunitas Motor: Arti, Manfaat, dan Kegiatan Serunya

Classic helm ini banyak digemari oleh pemilik motor custom aliran chopper, bobber, scrambler, atau tracker.

3. Helm Caferacer

Sedikit berbeda dengan helm cakil, helm caferacer punya chinguard (pelindung dagu) yang lebih membulat, padat, dan mengikuti garis rahang dengan kalem (tidak lancip/menonjol ekstrem seperti cakil). 

Selain itu, helm caferacer digemari oleh pecinta motor bergaya caferacer atau brat style. Namun, keduanya sama-sama jenis classic helm bergaya retro full face yang umumnya belum menyertakan visor bawaan.

Cara Memilih Helm Classic yang Aman

Apa pun gayanya, keselamatan tetap harus menjadi pertimbangan pertama. Sebelum lo beli helm classic, perhatikan beberapa hal berikut.

- Cek standar SNI: pilih helm retro yang juga memenuhi standar keselamatan SNI.

- Pilih ukuran yang sesuai: helm harus terasa pas dan tidak mudah bergeser ketika kepala digerakkan.

- Periksa sistem pengunci: tali pengikat harus dapat dikunci dengan baik dan tidak menunjukkan kerusakan.

- Perhatikan material dan konstruksi: pastikan shell serta bagian dalam tidak retak, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan.

- Cek visor: pilih visor yang memberikan pandangan jelas dan tidak memiliki goresan yang mengganggu.

- Perhatikan ventilasi: ventilasi yang baik dapat membantu menjaga kenyamanan selama berkendara.

- Jangan membeli hanya karena desain: helm retro yang menarik tetap tidak layak dipilih jika standar atau kondisinya meragukan.

Cara Merawat Helm Classic

Helm yang dirawat dengan baik bakal lebih nyaman digunakan dan bagian-bagiannya tidak cepat mengalami kerusakan. Beberapa cara merawat helm yang bisa lo lakukan, yaitu:

- Bersihkan shell secara rutin menggunakan kain lembut dan bahan pembersih yang sesuai rekomendasi produsen.

- Cuci padding yang bisa dilepas sesuai petunjuk perawatan helm.

- Bersihkan visor dengan hati-hati agar permukaannya tidak tergores.

- Keringkan helm secara menyeluruh sebelum disimpan, terutama setelah terkena hujan.

- Simpan di tempat kering dan tidak terkena panas berlebihan.

- Hindari menggunakan bahan kimia sembarangan pada shell, visor, atau lapisan EPS karena dapat merusak material tertentu.

Kapan Helm Harus Diganti?

Helm sebaiknya tidak terus digunakan hanya karena bagian luarnya masih terlihat bagus. Ganti helm jika mengalami benturan keras, terdapat kerusakan pada shell atau lapisan EPS, sistem pengunci bermasalah, atau padding dan bagian dalam sudah mengalami deteriorasi.

Pada akhirnya, memilih helm classic bukan sekadar mencari model yang cocok dengan gaya motor. Semangat Live Bold dalam berkendara juga berarti berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab, termasuk memprioritaskan perlindungan saat riding.

Semangat tersebut sejalan dengan Bold Riders, wadah komunitas motor multigenre yang membawa nilai Spirit of Brotherhood melalui berbagai aktivitas di dunia roda dua.

Pastikan lo udah follow Instagram @boldriders agar tidak ketinggalan update aktivitas komunitas, agenda riding, MotoGP, dan event otomotif lainnya. Bold Riders, Spirit of Brotherhood.

FAQ Seputar Helm Classic

- Apa itu helm classic?

Helm classic adalah helm dengan desain yang terinspirasi gaya retro atau vintage. Modelnya dapat berupa open face, full face retro, hingga desain yang cocok untuk motor cafe racer atau motor klasik.

- Apakah helm retro atau classic aman digunakan?

Aman atau tidaknya helm tidak ditentukan oleh desain retro atau classic, tetapi antara lain oleh standar, konstruksi, ukuran, kondisi, dan cara penggunaannya. Pastikan helm memenuhi SNI dan memiliki ukuran serta sistem pengunci yang sesuai.

- Bagaimana cara merawat visor helm classic agar tidak baret?

Bersihkan visor dengan kain lembut dan metode yang direkomendasikan produsen, serta hindari menggosok permukaan dengan bahan kasar. Simpan helm dan visor di tempat yang terlindung agar tidak mudah tergores.