How to Drive: D-Cab & SUV

LAZONE.ID - Posturnya bongsor, dominan, pokoknya cowok banget deh. Tapi kayak loe yang karakternya unik, SUV dan double cabin kadang perlu â

Posturnya bongsor, dominan, pokoknya cowok banget deh. Tapi kayak loe yang karakternya unik, SUV dan double cabin kadang perlu ‘sentuhan’ yang beda.

Nyetir double cabinatau SUV bikin loe merasa lebih tinggi dibanding pengguna jalan lain. Baik dari posisi duduk, maupun segi keselamatannya. Dengan bentuk bodi mobil yang lebih besar, pede alias percaya diri juga ikut nambah. Cuma, kadang terlalu pede bikin loe terjebak pada kepongahan. Akhirnya kurang waspada. Selain percaya diri yang over, yang perlu diwaspadai saat nyetir SUV atau D-Cab adalah karakteristik mobil.

“Karakter SUV, minivan dan truk pickup, masing-masing berbeda,” buka Rifat Sungkar pembalap yang juga pemilik Rifat Driving Labs (RDL) yang konsisten memberikan sosialisasi safety driving, safety riding, serta devensif driving.

Berikut adalah 7 tips aman untuk nyetir mobil yang cowok banget ini.

1. Pelajari karakteris kendaraan sebelum turun ke jalan. Bagaimanapun, pelatihan dan belajar itu penting, karena dengan ikut pelatihan, wawasan dan kemampuan akan bertambah. “Lakukan penyesuaian diri dengan rem, kemudi dan cara penanganan secara keseluruhan,” lanjut Rifat.

2. Perhatikan kondisi sekeliling melalui spion. Paling tidak 5 tiap lima detik melirik spion, untuk melihat kondisi sebelah kanan, kiri dan belakang.

3. Pertimbangkan driver belakang. Karena SUV lebih tinggi, jangan melakukan rem mendadak, atur jarak pengereman lebih besar. Driver belakang nggak bisa melihat jauh ke depan, jarak pandang depannya terganggu dengan bodi mobil loe. Makanya, lakukan peringatan pengereman. “Injak rem paling nggak 2 kali. Injakan pertama untuk membantu memberikan peringatan pada dirver belakang bersiap menginjak pedal rem. Hal ini untuk menghindari tabrak belakang.”

4. Gunakan sabuk pengaman. Dengan posisi lebih tinggi, kendaraan SUV lebih mudah terguling dibanding MPV atau sedan.

5. Lakukan berkendara defensive dan lebih pelan dibanding menyetir MPV. Dengan berkendara defensive akan memberikan ruang ketika loe harus bereaksi cepat dalam keadaan darurat.

6. Hindari overload. Nggak cuma SUV, MPV-pun kalau dibebani berlebihan akan meningkatkan pusat gravitasi, sehingga keseimbangan mobil terganggu.
Bawaan overload juga akan menyebabkan parts lebih cepat aus seperti rem, ban lebih cepat panas sehingga meningkatkan risiko ban pecah.

7. Merawat mobil secara berkala, seperti tekanan dan usia pakai ban, servis mesin dan pemeriksaan pengeremannya.