Dalam jumpa pers usai balapan di GP San Marino, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terlibat perang adu mulut. Ternyata, awal pertikaian mereka diawali oleh pertanyaan seorang jurnalis.
 


Awalnya, ketiga rider yang berhasil finish di podium Sirkuit Misano itu menjawab pertanyaan dengan santai. Namun, Lorenzo dan Rossi tiba-tiba saling membalas komentar usai diberi pertanyaan yang sangat sensitif.

"Sebuah pertanyaan untuk Valentino dan Jorge. Manuver dari Valentino di awal balapan sangat luar biasa. Ini sudah direncanakan atau ini hanya kesempatan untuk menyerang Jorge begitu awal. Dan saya juga ingin tahu pandangan Jorge soal manuver itu?" kata sang jurnalis.

Rossi menjawab: Ya, Anda tahu, seperti saya katakan sebelumnya, seperti Pedrosa, dia melakukan overtake juga di Misano. Selalu agak sulit, tapi saya ingin mencoba dari awal karena saya ingin mencoba memodifikasi sesuatu. Karena di Mugello saya berada di belakang Lorenzo dan saya tidak beruntung karena mesin rusak. Kali ini saya ingin mencoba untuk tetap di depan.

Jorge Lorenzo: Nah, jika Anda mengajukan pertanyaan ini karena mungkin membalap dengan agresif. Anda dapat memiliki pendapat yang berbeda. Pendapat saya adalah, bahwa dia menyalip mungkin terlalu agresif. Dia tidak perlu melakukannya. Tapi kau tahu, itu gayanya, pengendara lain menyalip lebih bersih. Dan saya hanya..."

Tiba-tiba Rossi tertawa dari bangku sebelah kanannya. 

Lorenzo: Itu benar.

Rossi: Tidak, tidak...

Lorenzo: Ya, itu benar.

Rossi: Itu tidak benar.

Lorenzo: Itu benar. Itu benar. Kamu tahu itu.

Rossi: Cobalah lain waktu untuk melihat hal tersebut di televisi.

Lorenzo: Jika saya tidak menempatkan motor dengan benar, kita jatuh bersama-sama. Yah, saya kecelakaan.

Rossi: Apa yang Anda katakan!

Lorenzo: Mungkin Anda tidak crash, tapi saya kecelakaan.

Rossi: Ini tidak benar, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan kepada Anda, apa yang harus saya katakan dengan Marquez di Silverstone.

Lorenzo: Nah, itu pendapat Anda.

Rossi: Ketika ia menyalip 10 kali lebih parah daripada ini. Mengapa Anda mengatakan seperti ini? Tidak benar.

Lorenzo: Tapi ini pendapat saya! Hormati pendapat saya. Hormati pendapat saya!

Rossi: Anda juga selalu menyalip dengan agresif.

Lorenzo: Kapan?

Rossi: Mengapa Anda katakan saya?

Lorenzo: Kapan? Hormati pendapat saya. Saya sudah...

Rossi: Pada saat ini saya tidak ingat, tapi jika Anda memeriksanya, jika Anda memeriksa rekaman itu, 100 kali juga Anda lakukan kepada saya...

Lorenzo: Yah, jangan tertawa, hormati pendapat saya...

(Rossi hanya tertawa)

Lorenzo: ini adalah pendapat saya. Siapa saja akan memiliki pendapat lain.

Rossi: Mengapa Anda tidak memeriksa rekaman?

Lorenzo: Saya tidak memeriksa rekaman. Saya nanti akan melihatnya. Tapi bagi saya, jika saya tidak menempatkan motor dengan benar, saya kecelakaan. Anyway...

Rossi: Saya tidak setuju.

Lorenzo: Bagi saya, dia tidak perlu melakukan overtaking ini. Dia lebih baik, dia akan melewati saya cepat atau lambat, tapi dia tidak perlu begitu agresif pada saya, saya pikir. Tapi bagaimanapun, ia akan memiliki pendapat lain. Tentu saja.

Begitu adu mulut dua rider Movistar Yamaha tersebut. Sementara, sang juara GP San Marino, Dani Pedrosa hanya menunduk di tengah-tengah perang tersebut.