Bisakah sebuah motor diklasifikasikan sebagai karya seni? Perdebatan itu memang tak ada habisnya, bahkan sejauh ini belum ada jawaban yang bisa dikatakan benar atau salah.

Bagi beberapa orang, ada yang bisa ditemukan dalam fungsionalitas murni dari sebuah motor. Bagi sebagian lain, puncak keterampilan kreatif dan imajinasi adalah sebuah karya yang lebih dari itu.

Bagaimana dengan proyek 'Tomoto' yang dijalankan oleh Tom Dixon x Venier Moto Guzzi V7? 'Tomoto' merupakan proyek resmi yang didukung oleh pabrik Mandello del Lario. Itu merupakan prototipe yang menarik namun tidak mereka jual atau direplikasi.

"Saya punya Moto Guzzi selama 27 tahun dan sudah waktunya untuk punya yang baru. Saya selalu beramain-main dengan motor, jenis vintage atau yang lain dan saya belajar mengelas dengan dasar bahwa saya akan memperbaiki sebuah motor," kata Dixon.



Untuk mendapatkan proyek itu, ia berhubungan dengan pembalap Guzzi Stefano Venier dari Venier Motorcycles.

"Tom memiliki visi untuk membangun sebuah kendaraan konsep dengan menggunakan aluminium sederhana dan mentah. Tapi sangat kompleks pada sisi fabrikasi dan bangunan," kata Venier, pria yang juga terkenal dengan idenya membuat modis Moto Guzzi.

Venier memberikan sebuah tangki aluminium buatan tangan. Ditambah velg ringan yang mencakup potongan laser yang menggunakan salah satu desain tanda tangan Dixon.



Lampu depan juga diadaptasi dari salah satu produk Dixon yang paling terkenal - liontin 'Fin' - dan dimodifikasi untuk bekerja sebagai lampu sepeda motor dengan balok tinggi dan rendah.

Motor itu kini memiliki sistem pembuangan yang paling menarik dari segi teknis. Header bukan pipa, itu adalah tabung fleksibel suhu tinggi, diakhiri dengan muffler silindris sederhana, dibuat oleh spesialis Misa Sisilia untuk spesifikasi Dixon. Ban juga tidak biasa, dengan pola tapak daun yang dirancang oleh Dixon dan dicetak menjadi karet oleh Pirelli.

Motor V7 tersebut bakal dipamerkan di Millan Fashion Week. Tapi kami tak yakin apakah motor itu memenuhi syarat sebagai karya seni, tapi tentu saja itu sangat memprovokasi.

banner-ads