Kadang dalam mengeksekusi sebuah modifikasi, dibutuhkan perencanaan yang matang untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebagian orang mungkin membutuhkan sketsa dari motor yang akan dia bangun sendiri atau bersama rekan satu timnya.

Mungkin tidak begitu dengan Stefan Lantschner, seorang pria asal Italia yang tinggal di Barcelona bersama temannya. Saat itu, teman Stefan berencana bikin custom dari sebuah Yamaha XT 600, sebah trail bermesin besar. Temannya tersebut meninggalkan rencananya dan membiarkan motor tersebut terbengkalai setelah dibongkar. Stefan pun membelinya untuk dia bangun sendiri.

Motor Yamaha XT 600 E keluaran tahun 1992 ini dia bawa pulang ke garasinya yang diberi nama Koolt Creations. Di sana dirinya sering mengisi waktu luangnya sebagai videografer untuk membuat motor custom.

Untuk meneruskan custom temannya yang terbengkalai, Stefan membeli bodywork dari motor trail Bultaco Lobito. Dirinya juga harus memodifikasi bentuk bagian bawah tangki bensinnya supaya pas dengan frame Yamaha yang lebih lebar. 

Di bagian chasis, subframe harus dipotong untuk menyesuaikan dengan panjang body kit dari motor Bultaco yang dibeli sebelumnya. Pada bagian depan Stefan memasangkan fork yang lebih tebal dari Yamaha YZF R6 tahun 2003.

banner-ads

Set roda depan 21 inch dan roda belakang 17 inch diganti jadi sepasang roda dengan ukuran yang sama, 19 inch. Rem bagian depan menggunakan sistem pengereman milik Yamaha R6, sedangkan rem belakang masih menggunakan sistem bawaan dari Yamaha XT 600.

Untuk sistem pembuangan, Stefan dibantu oleh temannya Christopher Martensson yang mendesain seluruh bagian sampai ke bagian muffler. 

Jadi, pada dasarnya Stefan meneruskan apa yang ditinggalkan oleh temannya. Namun, dirinya mengakui bahwa ini adalah motor yang memakan waktu paling lama buatnya. Stefan pun menamai motor ini dengan El Tranplante, atau yang secara harfiah diartikan menjadi “Transplantasi.”

Pada akhirnya, motor hasil “transplantasi” ini jadi sebuah tracker yang compact dan bertenaga.

Asik nih, buat lo bawa jalan di pegunungan, Bro.