Revolusi listrik terus berkembang. Tapi kita tidak bisa mengharapkan negara-negara berpenduduk padat, untuk langsung melompat dengan motor yang sunyi.

Itulah alasan mengapa skuter listrik dari Yamaha ini jauh lebih masuk akal untuk negara-negara berkembang. Yamaha telah bereksperimen selama beberapa tahun terakhir untuk memecahkan kode penyediaan EV roda dua yang terjangkau publik.

Baca Juga: Spek Motor Spesial Yamaha Buat Valentino Rossi



Biasanya, perhatian utama untuk negara berkembang adalah seberapa jauh motor itu bisa dikendarai. Sebab, tak ada kesabaran dari penduduknya untuk mengisi semalaman penuh agar motor itu bisa dipakai esok hari.

Di sinilah teknologi pertukaran baterai berperan, dan Gogoro ternyata menjadi nama yang sangat menonjol di timur, terutama di Taiwan. Jadi, Yamaha telah bersama-sama mengembangkan EMF 2022 dengan Gogoro untuk mendisrupsi pasar.



Ini adalah proyek kerjasama kedua Yamaha dengan Gogoro, setelah EC-05 pada tahun 2019. Selain melibatkan teknologi pertukaran baterai, Yamaha juga membuat langkah dalam teknologi baterai tersembunyi dengan skuter listrik E01 yang tampak futuristik.

Ini murni skuter perkotaan dan setara dengan skuter 125cc. Yamaha EMF mengemas motor mid-mount 7,6 kWh sederhana yang menghasilkan sekitar 10 tenaga kuda. Roda belakang digerakkan oleh rantai, dan skuter futuristik ini dapat melakukan 0-31 mph dalam waktu kurang dari 3,5 detik.

Efisiensi baterai juga diklaim jadi kelebihannya. Tapi bisakah menjawab keraguan publik di negara berkembang?