Sports Utility Vehicle seperti menggila dalam beberapa tahun terakhir. Ada tracker hingga scrambler yang terus berlomba di atas substansi. Mana yang lebih sesuai?

Keduanya tak ada yang salah, sangat sesuai untuk zona off-road. Jawabannya justru, kebanyakan motor dengan gaya tersebut masih terlihat saja melintasi jalanan aspal.

Motor itu sebaik-baiknya hidup di surga tropis di mana off-road tak hanya menjadi hobi, tetapi sebagai kehidupan sehari-hari. Selamat Datang di Indonesia dan dunia Donny Ariyanto sang pemilik Studio Motor. 

Ini adalah motor Yamaha R25 yang diubah sedemikian rupa supaya lebih cocok hidup di lingkungan tersebut. Tanpa fairing dan bodywork sporty lainnya, mereka mengubahnya menjadi motor off-road vintage.

"Pelanggan membawa motornya ke workshop kami, ia memberi tahu bahwa ia ingin motor dengan posisi riding yang nyaman, terlihat berkelas dan bergaya klasik," kata Donny.


Frame pabrikan dianggap masih cocok dengan gaya klasik. Mereka pun menilai bahwa itu mempermudah pekerjaan ketimbang hanya mengambil mesin dari motor tersebut.

Mereka hanya mengganti suspensi belakang dengan YSS Z-series. Kemudian bagian depan dipasang up side down berukuran 53-42 mm. 

"Velg kami pakai TK Jepang ukuran 18 inchi, lalu dibungkus dengan Metzeler Karro 3s," tuturnya.



Sistem pengereman juga diubah dengan satu set Brembo pada bagian depan dan belakang memakai kaliper Nissin. 

Mereka lalu membuat tangki bahan bakar dengan bentuk yang lebih bulat. Demi meraih keinginan untuk posisi riding yang nyaman, setang fatbar dipakai dengan tambahan headlamp aftermarket.