Setiap produsen punya sepeda motor yang eksentrik dalam katalog produknya. Tapi, terkadang motor yang terdengar sebagai ide bagus di atas kertas, justru tidak pernah benar-benar masuk ke dalam imajinasi publik.

Dalam kasus tersebut, Yamaha punya satu motor yang terbilang absurb. Dari sisi bentuk, ide mereka memang keren pada zamannya. Tapi sayang sekali, produk itu tidak mampu membuat publik puas.

Adalah TR1 dengan mesin V-Twin buatan tahun 1980. Motor tersebut jauh berbeda suksesnya dengan XV750 Virago yang jadi ikon V-Twin dari Yamaha.
 


Builder amatir Roland Snel, mengubah citra tersebut 30 tahun setelah motor itu dibangun. Ia memberi sentuhan klasik dengan perangkat yang benar-benar modern.

"Saya ingin ubah motor sesuai dengan keinginan saya sendiri. Saya penggemar Classified Moto, tapi untuk mengubah ini saya terinspirasi XV750 buatan Hageman. Dia punya kemampuan keren membangun Yamaha Virago," kata Roland.
 


Meski tampil vintage, Roland mengorbankan sebuah dinamika demi kenyamanan dengan memasang garpu Showa up side down yang biasa dipakai Ducati 916. Sementara bagian belakang, suspensi Triumph Speed ​​Triple disematkan. Untuk melengkapi front end, Roland telah menambahkan sebuah steering damper Ohlins.

Roda telah diubah juga menggunakan velg aluminium Akront 18-inchi pada bagian depan dipasang persis ke hub milik Honda GL1000 dengan jari-jari stainless. Sementara bagian belakang Roland memakai rim 5.5 / 17-inchi.

Untungnya, mesin tidak perlu melalui pembenahan apapun: V-twin 75 derajat berpendingin udara itu terbilang masih sangat mumpuni karena selama 30 tahun hanya menempuh jarak 29.000 kilometer saja.