
Jalanan yang makin padat,makin macet kini butuh driver yang enggak hanya bisa nyetir. Tapi juga punya tanggung jawab pada lingkungan sekitarnya, mampu mengontrol emosi.“Nggak hanya safety driving, tetapi harus ditingkatkan menjadi defensive driving. Safety driving cenderung pada protek terhadap diri sendiri, sedangkan defensife driving lingkupnya lebih besar,” pesan Rifat Sungkar dari Rifat Drive Labs (RDL).
Paham Aturan Lalu Lintas
Aturan lalu lintas bukan pajangan, tetapi simbol untuk keselamatan bersama pengguna jalan. Pengetahuan dan pengertian aturan lalu lintas menjadi modal dasar sebelum meningkatkan skill berkendara.
Punya Skill Berkendara
“Skill berkendara yang dimiliki driver kebanyakan hanya rata-rata,” tegas Rifad Sungkar. Kemampuan berkendara setiap orang seharusnya selalu ditingkatkan. Tidak hanya melalui pengalaman tetapi juga dengan mengikuti seminar dan pelatihan berkendara.
Punya Skill Attitude
Kemampuan berkendara akan membahayakan orang lain jika tidak ditunjang dengan attitude yang baik. Dengan attitude berkendara yang baik, skill berkendara yang standar sedikit bertambah. Atitude yang baik membantu menciptakan ketertiban di jalan.
Punya Skill Awareness
Kepedulian terhadap lingkungan di jalan kini makin tipis. Apalagi di wilayah perkotaan. Aware terhadap lingkungan akan mewujudkan kenyamanan berkendara. Menyadari tanggung jawab sebagai pengemudi sangat tinggi. “Ketika mobil start, argo tanggung jawab ini mulai jalan. Baik terhadap penumpang yang dibawanya, maupun dengan pengguna jalan lain,” ujar Rifat.
Mampu Kendalikan Emosi
Pembalap yang juga pemilik Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar menegaskan, “Dengan kondisi jalan dan lalu lintas sekarang ini, dengan volume jalan yang nggak cukup untuk menampung volume kendaraaan, driver yang keren dan laki banget itu, nggak hanya bisa berkendara benar saja. Tidak hanya punya skill berkendara, tetapi juga punya skill awarness. Jadi tanggung jawab tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada lingkungannya,” tegas Rifat.
