Sebagai produk teknologi, rasanya jadi hal wajib buat smartphone terus menawarkan inovasi demi kemudahan dalam komunikasi. Berbagai fitur pendukung terus berkembang setiap tahunnya dan banyak brand besar berlomba jadi ‘yang pertama’ dalam menciptakan sebuah inovasi.

Contoh aja Apple yang merilis smartphone tanpa audio jack pada seri iPhone 7 dan 7+ serta layar berponi mulai iPhone X. Meski awalnya dicibir tapi banyak brand lain yang akhirnya mengikuti inovasi tersebut.

Tapi inovasi keren gak selamanya punya dampak baik buat smartphone loh Bro. Bahkan ada beberapa smartphone dengan teknologi inovatif namun tetap gagal di pasaran. Penasaran apa aja smartphone inovatif yang gagal ini?

Sony Xperia Play


Bisa main game ala PlayStation di smartphone lo adalah sesuatu yang keren. Hal tersebut yang berusaha dihadirkan oleh Sony. Brand asal Jepang yang juga produsen dari konsol PS ingin menerapkan pengalaman bermain konsol pada smartphone dengan menyematkan tombol fisik khas controller PlayStation.

Sayangnya saat Xperia Play dirilis, belum banyak game android yang mendukung penggunaan tombol seperti itu dan juga bentuknya dianggap terlalu tebal karena adanya lapisan kedua di bawah layar. Akhirnya, Xperia Play pun sepi peminat.

Samsung Galaxy Beam


Konsep dari Galaxy Beam cukup sederhana. Di bagian atas smartphone tersebut, Samsung menyematkan sebuah proyektor kecil untuk bisa menampilkan apa yang berada dalam layar. Sayangnya banyak pengguna yang gak melihat fungsi praktis untuk aktivitas sehari-hari dari Galaxy Beam. Smartphone satu ini akhirnya sepi peminat.

YotaPhone


Sebuah brand asal Rusia, Yota datang dengan ide yang lumayan brilian pada tahun 2013 lalu. Mereka merilis sebuah smartphone yang memanfaatkan case bagian belakang jadi layar kedua. YotaPhone dapat menampilkan gambar dengan warna monokrom di bagian belakang untuk menunjukkan berbagai informasi. Sayangnya inovasi ini bikin YotaPhone harus mengorbankan berbagai fitur seperti baterai yang digunakan berukuran cuma 1.800 mAh. Kapasitas sekecil itu tentu gak cukup buat jadi sumber tenaga untuk dua buah layar, bahkan tetap kurang ketika cuma menggunakan satu layar.

Energizer P18K


Lo pasti kenal Energizer sebagai brand yang memproduksi baterai untuk berbagai alat elektronik. Saat mereka membuat smartphone, hal itu juga yang berusaha dikembangkan jadi inovasi. Akhirnya Energizer membuat sebuah smartphone dengan baterai 18.000 mAh. Tentu aja baterai yang sangat besar ini bikin desainnya juga jadi super tebal. Untungnya smartphone satu ini udah gagal sebelum masuk tahap produksi massal. Bahkan sekarang, brand seperti Samsung udah merilis smartphone dengan baterai berkapasitas 7.000 mAh yang ketebalannya gak sampai ⅓ dari ketebalan Energizer P18K ini.