Sensor yang mendeteksi Nitrogen Dioksida, gas berbahaya dari pembakaran bahan bakar fosil. Bisa dipasang di gadget atau smartphone loe.

Suatu hari nanti, problem polusi udara karean kabut asap kebakaran hutan atau emisi kendaraan bakal lebih mudah disadari. Karena semua orang bakal bisa mendeteksi polusi udara dengan smartphone.

Jadi enggak cuma buat selfie, posting foto atau update status. Enggak lama lagi gadget canggih loe bisa mendekteksi polusi berbahaya di sekitar loe. Smartphone bakal ‘ditanami’ sensor nitrogen dioksida yang menjadi momok menakutkan kota-kota besar, yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan dan industri.

Ilmuwan Australia, Kourosh Kalantar-Zadeh, seorang profesor di Pusat RMIT for Advanced Electronics dan Sensor, membantu menemukan penggunaan baru untuk disulfida bahan timah. Bahan ini dapat digunakan sebagai sensor untuk membaca tingkat nitrogen dioksida di udara.
Out of the box memang. Karena penggunaan timah disulfida belum pernah dilakukan. Ia berharap bahwa suatu hari akan disematkan ke smartphone pribadi sebagai sensor, yang memungkinkan semua orang bisa memantau gas berbahaya tersebut di sekitar mereka.

Sensor, yang terdiri dari timah disulfida beberapa rangkaian atom sederhana. Bekerja dengan menyerap molekul gas nitrogen dioksida, yang kemudian dapat diukur. Enggak ada gas lainnya dapat tertarik ke permukaan material. Ini lebih baik daripada sensor nitrogen dioksida lainnya yang biasanya susah membedakan gas yang berbeda. Jadi lebih akurat, bro.
Konon kabarnya, pembuatan sensor nitrogen dioksida yang berbahaya ini gak sampai melebihi 1 Dollar Amerika bro. Jadi kemungkinan tidak lama lagi semua orang bisa punya detektor nitrogen dioksida di gadget masing-masing. Kereennn!