Teknoup.com --- Xiaomi Corp., produsen smartphone yang tengah naik daun di Tiongkok resmi menyatakan kesiapannya untuk meluaskan pemasaran di 10 negara berkembang.

Melalui sebuah konferensi pers yang berlangsung di Beijing, Rabu (23/4/2014), Founder & CEO Xiaomi, Lei Jun, menyampaikan bahwa salah satu negara itu adalah Indonesia.

Selain Indonesia, 9 negara lain yang menjadi sasaran perluasan Xiaomi di tahun 2014 ini adalah Malaysia, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Rusia, Turki, Brazil, dan Meksiko. Xiaomi menargetkan penjualan ponsel cerdasnya akan meningkat 5x lipat menjadi 100 juta unit di 2015 nanti.

"Anda tentu bisa menyebutnya sebagai percepatan," kata President & Co-founder Xiaomi, Bin Lin, seperti dikutip dari Bloomberg. "Ini misi kami dan keyakinan kami bahwa model ini harusnya juga bisa mencapai kesuksesan di luar China."

Dalam menjangkau konsumennya, perusahaan pembuat smartphone, tv, dan router ini melakukan penjualan langsung secara online. Cara ini dikatakan mampu menjaga harga jual yang murah ke konsumen. Xiaomi mencatakan 1,5 miliar yuan (sekitar Rp 2,79 triliun) pesanan melalui penjualan di situsnya di Tiongkok, pada 8 April lalu.

Salah satu smartphone Xiaomi yang sedang populer adalah Mi3. Ponsel unggulan Xiaomi ini menawarkan spesifikasi berupa layar IPS 5 inci 1080p, prosesor Snapdragon 800 quad-core 2,3GHz, RAM 2GB, menyimpanan internal 15GB/64GB, kamera belakang 13MP dan depan 2MP, serta baterai 3.050mAh. Di negara asalnya, ponsel ini dibanderol 1.999 yuan atau sekitar Rp 3,7 jutaan.

Pada konferensi pers kemarin, Xiaomi juga meluncurkan dua produk baru berupa router. Versi pertama dibanderol 699 dan yang satunya 129 yuan. Router seharga 699 ini memiliki keunggulan yang bisa mengontrol peralatan eketronik rumah tangga. Sebelumnya, produk ini dikabarkan adalah tablet karena bentuknya yang mirip dengan tablet dari vendor pesaing.