4 Brand Streetwear Ini Ternyata Lahir Karena Skateboard

LAZONE.ID - Berkembang pesat jadi brand-brand raksasa di dunia fashion

Perkembangan bisnis fashion semakin pesat berpengaruh pada bermunculannya juga brand streetwear baru di luar sana. Bahkan saking populernya kultur streetwear, brand mainstream seperti adidas dan Nike pun udah ikut berkecimpung di dunia streetwear ini sejak lama.

Padahal nih Bro, dulunya brand streetwear lahir karena kultur skateboard yang digemari anak muda. Tapi sekarang, brand streetwear bahkan digandeng oleh banyak brand mainstream bahkan jadi rebutan para pesohor. Tapi apa aja sih brand streetwear raksasa yang sebenarnya lahir karena kultur skateboard?

Supreme

Supreme mungkin bisa dianggap sebagai si raja collab. Mereka gak pernah tanggung-tanggung kalau ngajak brand lain collab. Mulai dari brand olahraga, brand makanan, hingga yang terbaru mereka bekerja sama Mac Tools untuk membuat sebuah lemari peralatan hypebeast. Didirikan pada tahun 1994 oleh James Jebbia, toko pertama Supreme berdiri di New York pada tahun yang sama. Kini jadi salah satu brand fashion paling prestisius, banyak yang gak mengira bahwa dulunya Supreme lahir dari kultur Skateboard. Bahkan toko pertama mereka didesain sedemikian rupa untuk menarik perhatian para skaters.

Thrasher

Buat orang awam, banyak yang mengira bahwa brand Thrasher adalah sebuah brand streetwear yang berasal dari kultur musik cadas. Desain beberapa logo mereka membawa unsur-unsur yang biasa ada pada grup musik cadas. Tapi ternyata Bro, Thrasher adalah brand yang lahir dari kultur skateboard. Gak jarang para seleb, musisi, dan atlet menggunakan berbagai produk dari brand ini. Thrasher pun menjelma jadi sebuah brand fashion raksasa di dunia. Padahal, awalnya Thrasher adalah sebuah majalah Skateboard yang udah ada sejak tahun 1981, Bro!

Palace

Dibandingkan dengan yang lain, brand ini terbilang masih muda. Pertama didirikan tahun 2010 oleh Lev Tanju, brand ini mempertahankan identitas mereka sebagai streetwear yang lahir dari kultur skateboarding. Tapi mereka gak menutup diri buat collab bareng brand non skateboarding, bahkan merilis produk yang gak ada unsur skateboard-nya sama sekali sepert jersey bola.

Vans

Kayaknya lo semua udah tau bahwa brand yang satu ini lahir karena kultur skateboard. Sejarah Vans bisa dilihat hingga tahun 1966 ketika sepatu ini pertama diproduksi. Saat itu mereka belum bikin produksi massal dan baru membuat sepatu ketika ada yang melakukan pemesanan. Baru lah pada tahun 1970an, sang founder punya ide untuk masuk ke dunia skateboarding dan merangkul pasar skaters. Setelah itu, muncullah brand Vans seperti yang lo kenal saat ini.

Di antara keempat brand tersebut mana nih yang suka lo pake, Bro?