Belajar dari Desainer: Bikin Sendiri Pop-Up Shop and Market Loe!

LAZONE.ID - Pop-Up Shop and Market saat ini lagi digandrungi banget, Bro. Buat loe yang berjiwa pengusaha pasti nggak akan menyia-nyiakan kesempatan bisnis ini.

Pop-Up Shop and Market saat ini lagi digandrungi banget, Bro. Buat loe yang berjiwa pengusaha pasti nggak akan menyia-nyiakan kesempatan bisnis ini. Yang perlu loe ketahui bahwa dengan memperhatikan tujuan, strategi, dan eksekusi, sebuah Pop-Up Shop and Market bisa sukses besar.

Ada pepatah, belajar dengan yang sudah berpengalaman. Nah, daripada bingung meraba-raba cara buat membesarkan sebuah Pop-Up Shop and Market, coba simak saran dari lima desainer tentang langkah setelah loe membuka Pop-Up Shop and Market.

Jackie Hopson, Bodybinds
Mulai dengan membulati kalender sekitar 4-6 minggu untuk mengumpulkan berbagai kebutuhan toko. Jangan sampai loe kena biaya tambahan pembuatan kilat dari artwork. Perkirakan waktu dengan tepat. Sebagai tambahan, para pendatang biasanya tertarik dengan katalog atau lookbook yang dipajang secara slideshow pakai iPad. Lebih baik kalau punya hanger yang punya logo dari toko loe.

Selain itu, perhatikan pula lokasi Pop-Up Shop atau Market. Mending keluar duit agak banyak tapi dapat tempat yang strategis, Bro.

Kalen Kaminski, Upstate
Kalem Kaminski mengaku lebih banyak menghabiskan harinya berada di Pop-Up Shopnya. Dia suka pengalaman bertemu langsung dengan para konsumen sambil berdiskusi soal produk-produknya. Dia juga melihat kalau barang-barang yang mudah terjual adalah nggak perlu dicoba dulu di kamar pas. Selain itu, sediakan pula “bargain bin” karena para pembeli biasanya suka dengan pengalaman “menemukan harta karun” di balik tumpukan baju diskonan.

Kalen juga sependapat kalau lokasi menentukan prestasi. Selain itu, miliki pula marketing yang bagus, misal melalui blog, email, atau Instagram buat memamerkan produk loe.

Emma Bowen, Najla
Bikin toko kejutan adalah salah satu hobi Emma Bowen. Dia menyarankan untuk memperhatikan musim untuk memilih produk yang diperjualbelikan. Kalau musim panas, pamerkan baju dengan material yang ringan, sementara di musim dingin isilah toko dengan baju-baju yang menghangatkan badan para konsumen, Bro. Selain itu, Emma juga menyukai waktu untuk saling bertemu langsung dengan pelanggan.

Andrea Bocchio, Andrea Bocchio
Andrea Bocchio punya satu resep mujarab buat mempopulerkan Pop-Up Shop atau Market. Share it! Gunakan kekuatan sosial media, Bro. Selain itu, Andrea juga salah satu dari sekian banyak desainer yang suka dengan pengalaman bertemu langsung dengan para pelanggannya.

Natalya Nyn, Toy Syndrome
Natalya Nyn menyarankan supaya loe memilih lokasi yang punya jaringan serta traffic manusia yang rame, Bro. Well, seperti yang disebutkan tadi, posisi menentukan prestasi. Apalagi kalau tempat itu cukup strategis untuk di-share di media sosial oleh para pelanggan.
Strategi lain dari Natalya adalah dengan mengajak desainer lain untuk mengadakan Pop-Up Shop supaya toko kejutan jadi lebih berwarna.

Itulah taktik dan strategi dari para desainer untuk membuat Pop-Up Shop dan Market loe diserbu pengunjung. Jangan lupa pula buat pasang wajah ramah dan nggak sungkan-sungkan buat berbagi informasi tentang produk loe kepada pelanggan saat bertemu langsung dengan mereka. Selamat bikin Pop-Up Shop dan Market, Bro!