Pada dasarnya unsur seni dan desain adalah alat perupa. Sehingga prinsip seni dan desain itu merepresentasikan bagaimana seorang seniman menggunakan alat-alat tersebut untuk menciptakan seni visual. Dari hal tersebut bisa diartikan sebagai fotografer kamu juga perlu mengoptimalkan alat – alat tersebut sehingga terlahir karya – karya yang punya rasional menarik.  Apa sajakah elemen – elemen yang bisa dipadukan dalam fotografi? Cek penjelasannya di bawah.

1. Balance (keseimbangan)

Baca Juga: Tips Komposisi Fotografi Arsitektural



Keseimbangan digunakan untuk mengilustrasikan bobot visual suatu gambar. Gambar yang diseimbangkan dengan cermat memberikan kesan stabilitas pada sebuah foto. Citra yang tidak seimbang menciptakan perpecahan atau keresahan. Bisa diartikan seluruh elemen visual adalah satu divisi utuh.

2. Rhythm (irama)



Dalam banyak hal, komposisi dalam musik sangat mirip dengan komposisi dalam fotografi. Konsep fotografi ritme banyak meminjam dari teori musik. Ritme menentukan distribusi elemen visual yang berulang atau terorganisir / tidak teratur di seluruh gambar. Anggap saja ruang, korelasi, dan perbedaan antara subjek dalam foto itu mencerminkan nada pada selembar musik.

3. Pattern (pola)



Elemen desain dapat diatur dengan cara yang dapat diprediksi untuk membentuk suatu pola. Sederhananya, pola adalah pengulangan dari unsur seni dan desain. Mata manusia dikalibrasi untuk mencari pola. Hal ini tentu dapat menimbulkan reaksi emosional.

4. Emphasis (penekanan)



Penekanan membentuk pusat perhatian pada gambar. Warna, ruang, tekstur, dan garis bekerja sama untuk menentukan fokus suatu gambar. Kamu bisa menggiring mata orang ke arah fokus yang kamu inginkan, bisa dari ukuran objek atau warna – warna yang menarik.

5. Contrast (kontras)



Kontras tercipta ketika dua atau lebih elemen yang berlawanan hadir dalam sebuah foto. Seperti terang melawan gelap, hangat melawan dingin, dan hal lainnya.  Tekstur adalah cara lain untuk memanfaatkan prinsip kontras dalam fotografi. Menyertakan dua atau lebih tekstur dalam foto tidak hanya memperkenalkan sentuhan, tetapi juga menciptakan kesan tempat.

6. Unity (kesatuan)

Kesatuan dalam sebuah gambar  adalah hal penting. Hubungan visual antar elemen dalam sebuah foto membantu menciptakan citra yang kohesif. Kamu bisa menggunakan warna atau nada yang serupa, konsep atau elemen menumbuhkan adanya satu kesatuan.

7. Movement (pergerakkan)

Dalam hal seni dan desain, gerakan mengacu pada jalur yang diambil oleh mata penonton saat membaca foto. Gerakan dibentuk oleh elemen dan prinsip seni dan desain. Seorang fotografer dapat mengontrol cara pemirsa mendeskripsikan foto. Memahami sifat dan psikologi penglihatan manusia merupakan bagian penting dari pengendalian gerakan. Misalnya, mata manusia lebih peka terhadap warna tertentu dibanding yang lain.

Semoga artikel kali ini bisa memberikan informasi dan edukasi yang dibutuhkan olehmu untuk meningkatkan wawasan dan skill-mu yah. Jangan lupa follow @lensacommunity untuk mendapatkan update terbaru seputar informasi visualgrafi.