Ini Alasan ERK Memilih Jalur Musik Indie

LAZONE.ID - Mungkin kalo gak begitu, mereka bakal ada di jalur musik mainstream

Nama besar Efek Rumah Kaca (ERK) udah gak bisa dipisahin dari perkembangan musik indie dalam negeri. Mereka bukan yang pertama, tapi mereka punya tempat sendiri di telinga dan hati para penikmat musik non-mainstream.

Lagu-lagu mereka yang seringkali mengkritik isu sosial emang diminati banyak orang. Kadang, lagu yang dibawakan ERK bisa mewakili keresahan para pendengarnya yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Album pertama mereka terjual sekitar 5000 copy. Angka yang cukup bagus mengingat mereka berangkat bukan dari label mainstream. Sejak saat itu, namanya terus menanjak di kancah musik nasional.

Gue punya beberapa fakta menarik lainnya tentang ERK yang harus lo tau nih Bro!

Awalnya berlima dan punya nama Hush

Pertama dibentuk tahun 2001, dulunya band ini beranggotakan Cholil Mahmud. Akbar Bagus Sudibyo, Poppie Airil, dan Adrian Yunan Faisal. Ternyata, sebelum menggunakan ‘Efek Rumah Kaca’, band ini sempat menamai band mereka Hush lalu menggantinya jadi Superego.

Nama Efek Rumah Kaca sendiri akhirnya melekat dengan band satu ini dan selalu jadi identitas mereka ketika beraksi di atas panggung.

Sempat ditolak oleh label rekaman mainstream

Meski emang terkenal di skena musik indie, ternyata ERK pernah mencoba peruntungan mereka dengan label musik mainstream.

Ya, sebelum mengirim rekaman mereka ke label independen ERK pernah mencoba peruntungan mereka bersama bersama major label. Biaya produksi yang cukup besar membuat mereka mencoba jalur konvensional.

Cholil pernah mengaku bahwa langkah itu diambil karena ingin mencontoh beberapa band indie yang ternyata sukses dengan major label seperti NTRL, NAIF, dan PAS Band. Beberapa band yang namanya disebutkan barusan memulai karir dari jalur indie namun akhirnya sukses setelah dinaungi major label.

Namun sayangnya, mereka ditolak oleh major label tersebut, dan inilah momen yang membuat ERK melanjutkan karir mereka di dunia musik indie tanah air. Untungnya, nasib mereka memang baik di jalan ini. Setelah memutuskan untuk terjun ke bidang indie, ERK mengukuhkan namanya sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.

Cholil menganggap mungkin musik mereka gak cocok dengan label rekaman mainstream, atau cover-nya yang jelek, atau mungkin gak lolos saat screening. Karena gak ada respon dari major label ini lah ERK memutuskan untuk memasukkan album mereka ke label indie.

Hingga sekarang, Cholil dkk tetap aktif sebagai band yang membuat lagu dari berbagai isu sosial yang ada di masyarakat. Inilah kenapa nama ERK begitu melekat di hati sebagian pendengar musik dalam negeri. Bahkan, karya mereka juga ada yang udah masuk ke pasar musik internasional.

Collab bareng Najwa Shihab

Salah satu lagu mereka yang paling populer belakangan ini adalah Seperti Rahim Ibu. ERK collab bareng Najwa Shihab dalam pembuatan lagunya. Najwa dalam lagu ini punya peran dalam menulis semua lirik yang ada, dan pada akhirnya ‘Seperti Rahim Ibu’ jadi soundtrack untuk program talkshow Mata Najwa.

Pernah meraih berbagai penghargaan

Bukan cuma terkenal dan punya nama besar, tapi Efek Rumah Kaca juga adalah musisi yang berprestasi. Mereka udah beberapa kali memenangkan penghargaan bergengsi seperti berikut ini:

“The Best Cutting Edge” dari MTV Indonesia Award (2008)
“Rookie Of The Year” dari Rolling Stones Indonesia (2008)
“Album Of The Year” dari Indonesia Cutting Edge Music Awards (2010)
“Favourite Alternative Song” dari Indonesia Cutting Edge Music Awards(2010)