Bjork mungkin tidak pernah menyangka karyanya bisa memberikan pengaruh yang sangat besar bagi musisi lain. Salah satu lagu Bjork berjudul Homogenic, dan judul lagu ini lah yang diambil oleh Risa dan Dina sebagai nama band bentukan mereka. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena kekaguman mereka terhadap Bjork.
Namun walaupun mereka banyak terinspirasi oleh Bjork, lagu-lagu yang mereka ciptakan sama sekali tidak mengikuti lagu Bjork. Sound yang mereka ciptakan pun sangat berbeda dengan Bjork.
Berawal dari sekolah menengah. Kala itu Risa dan Dina yang berada di satu sekolah yang sama memiliki minat yang besar terhadap musik. Mereka berdua kemudian mencoba mengaktualisasikan minat mereka tersebut dengan membuat lagu bertema remaja. Walaupun temanya klise, namun dari awal mereka tidak pernah berpikiran untuk membawakan karya orang lain.
Dari sana mereka kemudian menelurkan beberapa lagu karya mereka sendiri. Risa mengisi vokal, sementara musik diramu oleh Dina yang saat itu hanya berbekal keyboard. Walaupun sudah memiliki karya sendiri, mereka masih belum mau tampil di pentas apapun dengan alasan belum merasa layak untuk tampil. Dari awal tujuan mereka berkarya adalah memang untuk menyalurkan idealisme dan kepuasan pribadi.
Selepas sekolah menengah, dengan pertimbangan ingin memberikan stimulus baru untuk memperkaya eksplorasi musik mereka, Juang ikut bergabung dengan Homogenic. Bunyi-bunyian hasil sampling, looping, dan beat yang dipertebal lewat drum machine adalah kontribusi yang diberikannya. Dengan materi yang lebih kaya ini akhirnya mereka memutuskan untuk lebih serius di bidang musik.
Komposisi yang indah dari penggabungan unsur pop dan elektronik ditambah lembutnya suara vokal menciptakan sebuah atmosfir yang membuai bagi siapa saja yang mendengarnya. Hingga tiba saatnya mereka yakin dengan hasil karya mereka saat itu, dan pada akhirnya Homogenic mencoba untuk tampil di hadapan publik. Sebuah acara off-air mingguan dari salah satu radio di Bandung adalah awal kisah mereka dalam melakukan pertunjukan dihadapan publik.
Pada suatu saat, Juang kemudian memutuskan untuk meninggalkan Homogenic. Tak lama kemudian Dea bergabung untuk mengisi posisi Juang sebagai additional player. Karena Dea bisa memahami dan memperkaya musik homogenic, akhirnya Dea menjadi personil tetap. Album perdana Homogenic sudah dirilis oleh Fast Forwards Records dengan judul Epic Symphony. [rad]
Disadur dari: ffwdrecords.com
Sumber foto: equinoxdmd.com