Kalau ngomongin soal label rekaman, otomastis enggak bisa lepas dari perusahaan rekaman. Bisa dibilang perusahaan rekaman adalah langkah yang menjanjikan bagi para musisi untuk masuk ke studio dan mendistribusikan musik mereka ke khalayak luas. Perusahaan rekaman masih merupakan
gatekeepers bisnis musik, mereka yang memutuskan siapa yang mendapatkan proses rekaman secara profesional dengan studio bagus, arrangers dan produser profesional.
Beberapa perusahan rekaman punya beberapa label sekaligus, masing-masing dengan citra yang berbeda dan segmentasi yang berbeda pula. Misalnya Sony Records punya label Columbia dan Epic. Sementara Warner Brothers Music punya label Rhino,Elektra,Warner,Sire dan Atlantic. Perusahan rekaman ini juga bisa disebut dengan industri internasional. Sony misalnya, merupakan perusahaan Jepang. BMG,Arista dan RCA dimiliki oleh perusahaan Jerman,Bertelsmann. Namun kini, kecendurangan untuk merger perusahaan kian besar. Di akhir tahun 2003 misalnya, Sony dan Bertelsmann menyatukan pengoperasian perusahaan musik mereka.
Perusahaan rekaman jugalah menentukan album dan lagu mana yang bisa dipromosikan via radio, billboards, koran atau majalah. Akhir-akhir ini, major label menguntit cara kerja industri film dengan bergantung pada minggu pertama penjualan untuk menentukan apakah satu rilis musik akan menjadi hits atau tidak. Biaya yang dikeluarkan label untuk mendistribusikan CD ke publik sangat mahal, mulai dari proses rekamana, mixing,biaya produksi dan lain sebagainya. Oleh karena itu, seringkali label menghentikan promosi untuk kelompok musik yang dirasa tidak mampu menjadi hits.
Dari major label ke Indie Label, oleh karena perlakuan yang kadang nggak adil dari major label tadi, banyak musisi yang beralih ke jalur independen (atau sejak awal memang memutuskan untuk mengambil jalur indie). Indie label sendiri beragam, ada yang kecil (dengan dua atau tiga pekerja saja) sampai sedang (50an pekerja). Kalau mau ngomongin soal indie label dalan negeri kita punya Aksara Records sama FFWD Records. Sama seperti indutri film, kinin terjadi sinergi antara major label dengan indie, apabila musisi memiliki prosek cerah dengan indie label ada kemungkinan akan ditarik oleh major label (misalnya nih Maliq n D'Essential).
Sumberfoto : wikimedia.org