Talkmen.com --- Bosan dengan kalimat "move on"?

Ada baiknya Anda berkaca pada beberapa pemikiran ini. Keputusan terbesar datang dari sebuah pelajaran menyangkut Anda dan pasangan.

Kandasnya sebuah hubungan tak jarang membuat orang terpuruk dalam masa tergelap di kehidupannya. Tatapan kosong, haru-biru, bahkan makanan pun tampak seperti kotoran hewan. Itu biasa, manusiawi. Tapi itulah proses penting yang harus dijalani seseorang yang baru saja mengalami putus cinta. Ada yang lebih penting lagi, yaitu bagaimana seseorang mampu mengarungi kehidupan setelah ia kehilangan satu belahan jiwanya. Ada yang sukses, ada yang tersandung dua kali.

Sukses bukan berarti seorang pria berhasil mengubur dalam-dalam kenangannya dan menemukan tambatan hati yang baru. Bagaimana bila sukses dalam hal ini ia mampu merebut kembali cintanya yang hilang? Perkara yang satu ini memang terkadang membingungkan. Ada pria yang 'terpaksa' bersimpuh kembali pada mantan kekasih karena tidak tahan dengan teriakan "susah move on" dari orang-orang terdekat. Patut dirayakan bila keduanya kembali dalam wujud cinta yang penuh pelajaran, bagaimana bila hanya pengulangan sakit hati?

Kembali Anda harus memantapkan satu keputusan besar. Merindukan mantan kekasih itu hal lumrah. Tapi bila menggebu untuk merangkulnya lagi dalam pelukan, atas dasar apa? Beberapa pemikiran mungkin bisa memberi secercah pencerahan bagi Anda yang masih saja dirundung kelamnya asmara.

Apa penyebab Anda putus cinta?

Pernyataan "Gue pengen balik sama mantan gue..." itu bukan persoalan mudah. Mantan pacar Anda bukanlah telapak tangan yang semudah itu dibolak-balik. Ada baiknya Anda menapak ke belakang, ingat apa penyebab utama kandasnya hubungan Anda. Dalam hal ini hanya dua pilihannya, Anda yang salah, atau mantan pacar yang salah. Putus karena beda prinsip itu terlalu klise. Tapi jangan jadikan ini senjata untuk saling menaklukan apalagi menyalahkan. Bila Anda memang ingin merajut hubungan yang baru dengan mantan pacar, kembalikan pikiran pada titik nol yaitu introspeksi. Ingat, jangan menyulut api yang belum padam.

Layak atau tidakkah hubungan Anda diperjuangkan?

Ingatkah Anda di saat-saat genting hubungan akan berakhir, siapa yang lebih dulu menyatakan "sepertinya hubungan kita enggak bisa dilanjutin lagi..."? Buat apa kalimat itu terlontar bila pada akhirnya harus diperjuangkan lagi? Usai sama dengan akhir. Daripada Anda menjilat ludah sendiri, pikir dalam-dalam apakah hubungan yang pernah Anda jalin layak untuk diperjuangkan kembali?

Bila luka yang sudah ditorehkan Anda dan mantan terlalu menyakitkan, lebih baik direlakan. Tapi bila Anda yakin bila ada sesuatu (yang ini hanya hati kecil yang tahu) patut diperjuangkan, gunakan sisi kemanusiaan Anda untuk merengkuhnya kembali. Sebagai catatan, lakukan dengan lapang dada. Jika berhasil ucaplah syukur, bila tidak Anda tahu itulah jawaban yang terbaik.

Majulah dengan membawa pelajaran

Fase ini merupakan pembuktian sisi gentleman seorang pria yang sesungguhnya. Akui saja, pria itu memang kodratnya buaya. Jika hubungan Anda berakhir karena kemunafikan dan pengkhianatan yang pernah Anda lakukan, jadikan itu pelajaran berharga. Sekali lagi, tidak ada pengharapan di fase ini. Wanita yang terluka mungkin bisa memaafkan, tapi wanita yang kecewa tidak akan melupakan. Anda mungkin tetap dikenang sebagai mantan kekasihnya, titik. Tapi untuk kembali dalam pelukan Anda, banyaklah berdoa.

Mampukah Anda melupakan kesalahannya?

Pertimbangan yang satu ini datang dari kesalahan yang dilakukan mantan pacar Anda. Tidak ada manusia yang sempurna, wanita juga bisa berkhianat dan berselingkuh. Lantas apakah Anda mampu untuk menghapus semua dendam, kecewa, dan paranoid yang mungkin masih berkecamuk dalam pikiran? Pikirkan baik-baik, jangan karena faktor emosional Anda ingin menaklukannya lagi untuk balas dendam. Jangan membuat lingkaran karma antara Anda dengan mantan pacar, malah seharusnya Anda bisa memutuskannya.

Apa langkah selanjutnya?

Bila gagal merebut kembali hati sang mantan pacar, silakan tutup artikel ini. Tapi bila Anda berhasil, mau diapakan hubungan yang pernah retak tersebut? Analoginya, kaca yang retak tidak akan mungkin halus kembali. Tapi bila Anda membingkainya dengan pigura klasik, kaca itu bisa jadi benda seni bernilai tinggi. Mengerti? Dengan bekal pelajaran dan pengalaman yang pernah Anda rasakan, jadikan itu sebagai motivator sekaligus cambuk bagi Anda berdua untuk memantapkan cinta yang ternyata masih ada.

5-pertimbangan-agar-mantan-pacar-kembali-dalam-pelukan

Good luck!