Merdeka.com --- Sejumlah petugas sejak pagi tadi dikerahkan untuk membenahi Taman Bungkul, Surabaya, Jawa Timur. Taman itu rusak parah gara-akibat acara bagi-bagi es krim yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan es krim terkemuka.

Pantauan merdeka.com, Senin (12/5), terlihat petugas mencangkul tanah dan menanam kembali pohon-pohon tersebut. Beberapa tanaman tak bisa diselamatkan dicabut, lalu diganti dengan yang baru.

Seperti diketahui, acara bagi-bagi es krim ini diselenggarakan kemarin, tepat saat ada acara care free day. Acara itu langsung membetot perhatian warga yang datang, sementara penyelenggara tidak berkoordinasi dengan pemkot.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini murka langsung mencaci maki panitia acara. Risma emosi karena sudah membangun taman sejak puluhan tahun lalu, dan pembangunan memakai dana APBD.

Risma juga langsung menginstruksikan Bagian Hukum Pemkot Surabaya menggugat panitia acara secara pidana dan perdata. Risma juga meminta agar Unilever memberikan ganti rugi. 

PT Unilever sudah meminta maaf atas kejadian Minggu (12/5) pagi tersebut. Mereka pun berjanji memperbaiki semua kerusakan yang ditimbulkan acara itu.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan Wall's Ice Cream Day di Surabaya hari ini, Minggu, 11 Mei 2014. Kami juga akan bertanggungjawab sepenuhnya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi," kata Head of Corporate Communications PT Unilever Maria D Dwianto.