Merdeka.com --- Pada tahun 1997, negara-negara di dunia telah sepakat untuk mengakhiri teror dari bom ranjau darat lewat Konvensi Ottawa.

Sebagai salah satu yang menolak kesepakatan itu 20 tahun silam, sekarang Amerika Serikat telah memutuskan untuk mensetop produksi ranjau darat. Apa yang membuat AS berubah pikiran?

Padahal saat ini AS mempunyai persediaan ranjau darat yang melimpah, hingga 3 juta unit ranjau darat siap pakai, seperti yang dilansir oleh The Associated Press (27/6).

Ternyata ternyata selama 20 tahun berselang, AS sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan mereka pada ranjau darat, dan hanya menyisakan stok yang ditempatkan di Korea Selatan. Perwakilan pentagon menyatakan jika stok tersebut digunakan untuk berjaga-jaga bila Korea Utara melakukan invasi ke Korea Selatan.

Pada era presiden George W. Bush, AS sebenarnya telah membuat ranjau darat dengan teknologi baru yang bisa meledakkan diri setelah diaktifkan selama 5 hari. Teknologi tersebut sengaja diterapkan untuk mengurangi korban dari penduduk sipil yang tak sengaja menginjak ranjau yang sejatinya diperuntukkan untuk mematikan persenjataan berat seperti tank.

Tetapi pada kenyataannya masih banyak korban berjatuhan akibat ranjau darat buatan AS. Terlebih hingga saat ini ranjau darat telah membunuh hampir 20.000 jiwa yang 80 persennya adalah warga sipil. Angka tersebut belum termasuk ribuan orang yang mengalami kecacatan akibat bom ranjau darat.

Dikutip dari ABC News (27/6), Presiden Obama akhirnya setuju bergabung dengan 161 negara yang tergabung dalam Konvensi Ottawa. Di sisi lain, kebijakan ini ditentang oleh partai oposisi yang menyatakan jika kebijakan Obama tidak mengindahkan opini para pemimpin militer AS yang tetap menginginkan pemakaian ranjau darat.