Merdeka.com --- DPRD DKI belum juga bersikap soal tarif baru angkutan umum pasca pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). DPRD berjanji kalo mereka bakal ngumumin selambat-lambatnya dalam satu dua sampai dua hari ke depan, Bro. "Hasilnya belum ada kesepakatan, masih pro dan kontra dan plus minus. Ya dalam satu dua hari ini," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan, usai rapat membahas tarif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/7). Meski demikian, Politisi Demokrat ini mengaku masih ada beberapa hal yang mengganjal terkait usulan tarif sebesar 40 persen yang diajukan Jokowi. Salah satunya, kenaikan itu dipukul rata untuk semua angkutan baik bus kecil (mikrolet), bus sedang dan bus besar. "Kenaikan tarif berlaku 20 persen hingga 50 persen terlalu tinggi. Makanya sekarang kita rapatkan di tingkat pimpinan dewan," ucapnya. Dia berharap semua pihak bersabar karena memutuskan itu bukan hal mudah. "Ini tidak bisa diputuskan seketika saja, kita punya hak itu. Tapi ya tarifnya jangan ketinggian," katanya. Soal penghentian retribusi, Ferrial menambahkan akan dibahas setelah masalah tarif selesai. "Yang penting masyarakat dan pengusaha harus bisa menerima," tegas Ferrial.