Rencana diberlakukannya tarif interkoneksi mulai 1 Juni mendatang diharap bisa membendung serangan SMS Spam ke pelanggan jasa telekomunikasi. Sampai kini, SMS Spam berupa penawaran Kredit Tanpa Agunan atau penipuan sejenis Mama Minta Pulsa masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Tapi, apakah tarif interkoneksi bisa jadi solusi untuk membendung SMS Spam? Sumantri Joko Yuwono selaku Group Head Product Development and Management Indosat berpendapat kalau aturan tarif interkoneksi bisa efektif mengurangi SMS Spam.Sumantri menjelaskan kalau SMS Spam bisa marak karena banyaknya promo SMS gratis lintas operator. Karena itu banyak pihak yang memanfaatkan promo-promo tersebut dengan mengirim SMS Spam. Operator penyedia jasa layanan telekomunikasi juga bisa memberi promo tersebut karena tidak ada biaya yang dikenakan ketika mengirim SMS ke operator lain. Misalnya, Indosat tidak dipungut biaya apa pun ketika ada pelanggannya yang mengirim SMS ke Telkomsel. Tapi dengan adanya tarif interkoneksi, nantinya Indosat harus membayar sejumlah yang ditentukan oleh pemerintah ke Telkomsel. ''Dengan aturan tarif interkoneksi, operator penyedia layanan telekomunikasi akan berpikir dua kali sebelum memberi promo SMS gratis lintas operator. Sebab operator pengirim harus bayar ke pihak penerima,'' ujar Sumantri. Meski demikian, mungkin masih ada orang yang nekat mengirim SMS Spam. Terutama kepada sesama operator. Sebelumnya, Gatot S Dewabrata selaku Kepala Pusat Humas Kominfo mengatakan kalau pelanggan bisa mengadukan SMS Spam ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Nantinya BTRI akan meneruskan keluhan ke operator yang bersangkutan. Selanjutnya operator yang akan mengambil tindakan terhadap nomor yang dianggap mengganggu tersebut. Menanggapi hal ini, Sumantri menjelaskan kalau pihak operator merasa kesulitan untuk mengusut dan menangani pelaku SMS Spam tersebut satu-persatu. Ia sendiri mengaku kalau dalam sehari bisa menerima lima SMS Spam. Hingga saat ini, SMS Spam memang belum diatur di peraturan mana pun. Oleh karena itu, pengguna yang terkena SMS spam pun cuma bisa mengadu, tetapi belum tentu dapat penyelesaian yang memuaskan.