Sebuah wacana tentang kenaikan harga BBM yang sempat ramai beberapa waktu lalu, akhirnya benar-benar terjadi. Yup, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi kenaikan harga premium subsidi menjadi Rp8.500 dan solar Rp 7.500 per hari ini.

banner-ads

Kejadian ini pun mencetak rekor baru untuknya. Menjabat baru sekitar 28 hari, ia udah menaikkan harga BBM. Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu, dan kabinetnya pun baru diumumkan enam hari setelahnya.

Sama seperti fenomena kenaikan BBM sebelumnya, kejadian ini pun bakal langsung dirasakan efeknya oleh rakyat. Harga-harga kebutuhan bakal makin melambung tinggi.

Melakukan kebijakan yang cukup kontroversial, Presiden mengaku siap dikritik. Ia bahkan juga siap untuk nggak populer lagi. Pasalnya, mantan Gubernur Jakarta ini udah menduga jika apa yang dilakukannya bakal menuai protes dari banyak pihak. Tapi, ia mengklaim jika pengalihan subsidi ini bisa untuk menambah anggaran negara.

“Ada yang bilang nanti tidak populer, saya jadi pemimpin bukan untuk populer kok. Itu tanggung jawab pemimpin, kebijakan pasti ada risikonya,” ungkap Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Lebih jauh, Presiden mengungkapkan jika anggaran yang diberikan untuk subsidi premium mencapai Rp 714 triliun. Sedangkan untuk biaya infrastruktur dan kesehatan hanya Rp 577 triliun dan Rp 202 triliun aja. Ia juga menambahkan jika nantinya subsidi tersebut bakal dialihkan ke proyek bendungan, pupuk dan benih untuk petani dan juga mesin untuk nelayan.

Hmm, mudah-mudahan aja anggaran pengalihan tersebut tepat sasaran ya.