Jangan bilang bahwa in line skate adalah pengembangan dari roller skate (sepatu roda konvensional). Karena in line skate-lah yang muncul lebih awal.   Inline skate pertama dibuat pada awal abad 17 oleh seorang Belanda yang ingin main ice skating di musim panas. Orang Belanda yang namanya sampai sekarang tidak diketahui ini memaku roda-roda kayu dengan sejajar di sebatang balok kecil dan menempelkannya di bawah bakiak kayunya.   Versi berikutnya muncul di tahun 1760 saat pembuat instrumen musik asal London, Joseph Merlin, menghadiri sebuah pesta topeng dengan meluncur diatas bootnya sambil bermain biola. Karena tidak tahu cara menghentikannya, akhirnya ia menabrak cermin yang terletak di sudut ruang pesta itu.   Tahun 1823, Roberts John Tyers dari London merancang sebuah sepatu skate bernama Rolito. Ia meletakkan lima buah roda secara sejajar di bawah sepatu. Namun begitu Rolito tidak terlalu ditanggapi serius pada masa itu. Baru pada tahun 1963, seorang Amerika bernama James Plimpton, menemukan sepatu roda dengan posisi dua roda di masing-masing sisi dalam dan luar sepatu. Inilah roller skate yang kita kenal. Bentuk inilah yang populer duluan.   Lalu bagaimana nasib in line skate? Simak di artikel berikutnya. [rad]   Sumber foto: rollerskatingmuseum.combanner-ads