Merdeka.com --- Hujan mengguyur wilayah Jakarta sejak beberapa hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Tangerang (Jabodetabek). Kepala BPBD DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, peringatan dini ini merupakan hasil pantauan citra radar cuaca hari ini pukul 12.00 WIB. Peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Jabodetabek berpotensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai kilat atau petir mulai pukul 13.00 WIB. "Bila kondisi cuaca signifikan masih berlanjut, akan dilakukan update sebelum masa berlaku peringatan dini berakhir," kata Ery Basworo, Jumat (5/7). Cuaca ekstrim ini terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, Pandemangan, Penjaringan, Pluit, Tambora, Ancol, Sunter, Rawabadak, Cilincing, Pluit, Tanjung Priok, Jatinegara, Bekasi dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan meluas ke wilayah Kemayoran, Tomang, Cengkareng, Tangerang, Sawah Besar, Cempaka Putih, Kelapa Gading, Rawamangun, Menteng, Cakung, Halim, Pondok Gede, Cipayung, Cibubur, Bojong, Bantargerbang, Halim, Celilitan, Pondok Cabe, Rawamangun, Tomang Kebon sirih, Bintaro, Lebak Bulus dan sekitarnya. Meski hujan terus melanda Kota Jakarta, ketinggian muka air di 13 Pintu Air belum mengalami kenaikan tinggi muka air. Seperti Pintu Air Katulampa masih dalam status siaga 4 dengan tinggi muka air 20 centimeter (cm). Pintu air lainnya juga masih dalam status siaga 4, di antaranya Pintu Air Angke Hulu 40 cm, Pintu Air Pesanggrahan 70 cm, Pintu Air Krukut Hulu 60 cm, Pintu Air Depok 90 cm, Pintu Air Manggarai 650 cm, Pintu Air Cipinang Hulu 90 cm, Pintu Air Sunter Hulu 50 cm, Pintu Air Karet 370 cm dan Pintu Air Pulo Gadung 380 cm. "Hanya Pintu Air Pasar Ikan yang mengalami kenaikan tinggi muka air yaitu mencapai 185 cm. Dengan status pun menjadi Siaga 3," tandasnya.