Mereka yang tertarik akan sejarah perfilman di tanah air, mungkin akan banyak mendapatkan manfaat dari membaca buku yang satu ini, Kuasa dalam Sinema: Negara, Masyarakat dan Sinema Orde Baru, buah karya dari Krishna Sen.
Sineas-sineas muda yang belakangan bermunculan pun tentu sudah seharusnya wajib paham seperti apa perkembangan perfilm-an dari tahun ke tahun, lengkap dengan keadaan dan kondisi politik di tanah air. Buku ini sendiri mengangkat sinema Indonesia sejak 1965 dalam konteks relasi rezim politik dan produk kebudayaan. Industri film pada penghujung era Soekarno ikut terseret arus kebijakan luar negeri yang anti-Amerika.
Pada masa Orde Baru film juga dimanfaatkan sebagai alat propaganda pemerintah. Naskah dari versi asli direkayasa sehingga mereduksi peran tokoh serta memolitisi film nasional. Selain itu, sejalan dengan kebijakan ekonomi pemerintah, pada tahun 1970-an industri film mulai dikuasai oleh importir yang dekat dengan penguasa. Buku ini juga membahas permulaan perfilman nasional pada kurun 1900-an sampai tahun 1956. Diuraikan juga tentang dominasi pengusaha Tionghoa, masuknya film Amerika dan sensor.
Semoga dengan dirilisnya buku ini, sineas muda Indonesia semakin mengenal kondisi perfilman di tanah kelahirannya. Sehingga karya film yang mereka lahirkan menjadi jauh lebih bermutu dan berbobot untuk ditonton. [rsk]
Sumber: KOMPAS
Sumber gambar: indonesiabuku.com