Udah hampir dua tahun lebih pendiri WikiLeaks, Julian Assange, tertahan di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris. Selama itu pula, pemerintah Inggris harus mengeluarkan biaya yang nggak sedikit. Tercatat, udah hampir sekitar Rp 148 miliar digelontorkan untuk menahan Julian untuk tetap berada di tempat tersebut.

Seperti yang dilansir oleh koran Russia Today, Julian telah ditahan tanpa bisa dijamin untuk lima tahun. Oleh karenanya, ia meminta suaka kepada kedutaan besar Ekuador di Inggris yang mulai terhitung sejak Juli 2012.

Menanggapi masalah biaya penahanan Julian, banyak lembaga yang mengklaim pemerintah telah melakukan hal yang sia-sia. Bahkan mereka juga menduga jika biaya penahanan ini berasal dari pajak negara. Hal ini sangat mungkin terjadi, pasalnya biaya yang dikeluarkan per hari bisa mencapai Rp 188 juta.

Rincian biaya ini digunakan untuk membiayai penjagaan yang dilakukan oleh polisi di sekitar kedutaan besar. Menurut mereka, hal ini perlu dilakukan agar sewaktu-waktu Julian melarikan diri, udah ada petugas yang bersiap untuk menangkapnya kembali. Tapi, biaya ini sepertinya bakal meningkat menyusul pihak otoritas Ekuador yang mengizinkan si owner WikiLeaks untuk tinggal selama yang diinginkan.

Ternyata nggak cuma lembaga-lembaga non pemerintah aja nih yang menyayangkan tindakan pemerintah ini, bahkan Wali kota London, Boris Johnson, pun mengecam aksi penahanan berlebihan ini. “Ini sungguh menggelikan. Uang itu seharusnya membiayai keamanan dan menggaji kepolisian di garis depan jika ada kerusuhan. Ini sungguh pemborosan,” ungkap Johnson.