Merdeka.com --- Beberapa seniman ternama tanah air didapuk Dewa Budjana untuk memberikan sentuhan pada gitarnya. Di antaranya adalah Srihadi Soedarsono, Djoko Pekik, Sunaryo, Jeihan Sukmantoro, dan Nyoman Gunarsa. Nama-nama yang lebih junior seperti Jango Paramanta, Made Sumadiyasa, Putu Sutawijaya, Pande Ketut Taman, dan Nyoman Masriadi. Beberapa perupa juga ikut bergabung yaitu Nyoman Nuarta, Heri Dono, dan Bob Sick Aditya.

"Saya membebaskan mereka mengeksplorasi gitar saya, bahkan seandainya mereka mau memotong-motongnya," kata Budjana di Museum Nasional, Jakarta Pusat (30/8). Menurut Budjana, dalam karya yang begitu indah tersebut terkandung makna filosofis yang dalam yaitu bersatunya unsur seni rupa dan seni suara, gambar atau ukiran dengan gitar sebagai instrumen musik.

"Karena itu, gitar-gitar saya sebagai media ekspresi, memiliki gaya dan materi karya lukisan yang sangat kaya dan beragam," lanjutnya. "Ada yang diukir, dilukis, ditempel dengan karya seni berbahan perak, bahkan ada yang begitu ekspresifnya sehingga fungsinya sebagai gitar hilang. Tapi saya gembira karena semuanya adalah karya terbaik para seniman terbaik Indonesia," tandasnya.