Merdeka.com --- Permainan bola basket adalah salah satu bentuk olahraga yang sudah dilakukan banyak orang di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia, basket menjadi salah satu permainan yang diajarkan dalam pelajaran olahraga. Namun hal serupa gak terjadi pada masyarakat Bhutan. Di Bhutan, basket gak bisa dimainkan dengan sembarangan. Permainan bola basket adalah permainan istimewa yang hanya dilakukan oleh para keturunan raja, seperti dilansir oleh Newser (14/10). New York Times berhasil melakukan wawancara dengan Ratu Bhutan yang saat ini berusia 23 tahun, Jetsun Pema Wangchuk. Sang ratu sendiri bermain basket setiap hari, sama seperti raja Bhutan sebelumnya yang kini berusia 57 tahun. Walaupun begitu, salah seorang mahasiswa yang sering bermain dengan sang ratu selalu diyakinkan bahwa dia tak boleh mengalah ketika bermain dengannya.

Gak jelas alasan mengapa basket hanya dilakukan oleh keturunan kerajaan. Kemungkinan adalah untuk mempertahankan jarak status antara keluarga kerajaan dengan masyarakat. Namun ketika bermain dengan pelatihnya, sang ratu menjelaskan bahwa mereka gak boleh mengalah dan bermain dengan kemampuan mereka sepenuhnya. "Dia selalu melarang kami mengalah. Dia mengira kami takut padanya. Ya, kami memang takut padanya," jelas salah seorang mahasiswa yang menjadi teman bermain basket ratu setiap hari. Meski begitu, saat ini Bhutan tengah berusaha membuat permainan bola basket menjadi lebih dikenal dan juga dimainkan oleh masyarakat biasa. Seorang pelatih dari Korea Selatan telah disewa untuk membentuk tim basket nasional Bhutan.