Merdeka.com --- Google telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk membuat mobil otomatis pertama mereka.

Sayangnya, proyek yang masih prematur ini sudah mendapat tanggapan negatif dari FBI. Ada apa?

Seperti yang dilansir oleh The Gurdian (16/07), Badan Investigasi Amerika Serikat tersebut menyatakan bila mobil otomatis Google bisa mengubah pola pengejaran mobil yang digunakan untuk tindak kejahatan di negara adidaya itu.

Belum lagi kemungkinan oknum-oknum tidak bertanggung jawab menggunakan mobil tersebut sebagai senjata mematikan.

Informasi yang sejatinya masih dirahasiakan ini membeberkan prediksi FBI yang menyatakan terjadinya perubahan besar di pelaksanaan penegakan hukum dan pola serangan penjahat setelah mobil ini lahir.

Misalnya, ketika penjahat menggunakan mobil otomatis, mereka tidak perlu repot-repot memegang kendali stir untuk melepaskan tembakan.

Tetapi di sisi lain, FBI juga masih berpikir positif terkait kehadiran mobil otomatis, terutama untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

Ini merujuk pada fakta di mana per tahunnya sekitar 80 orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan yang melibatkan mobil-mobil pemerintah seperti mobil ambulance, polisi, atau pemadam kebakaran.

Otomatisasi yang dilakukan dengan penambahan teknologi laser, radar, kamera hingga GPS membuat Google yakin bila kendaraan buatannya ini bisa 'berkendara' lebih baik dari pada manusia.

Oleh sebab itu, angka kecelakaan akibat human error bisa dikurangi.