RAYGUN, band asal Inggris membuka penampilan dari deretan bintang tamu mancanegara. Musik dengan aliran sedikit pop rock mix disco membawa penonton untuk ikut bergoyang. Penampilan Ray, sang vokalis yang energik dan cukup 'nyentrik' yaitu celana ketat hitam dan jaket warna terang, mengingatkan perpaduan 'Mick Jagger dan David Bowie' muda. "Suaranya manaaa...''" teriak Ray beberapa kali disambut meriah oleh penonton.
Malam semakin larut, namun di dalam Hall B JHCC sebuah 'battle' sedang terjadi. Yeah.. penampilan ROCKET ROCKERS dan PEE WEE GASKINS dibawakan dengan konsep 'battle of bands' dan tentunya ini membuat para penonton juga semakin heboh dengan teriakan-teriakan memberi semangat atau boo-ing ke 'lawan'nya. Gilaaa.. seru, edaan! Bahkan Saski dan TriQ pun harus meredakan semangat penonton dengan jeda kuis. Setelah atmosfer kembali tenang, LENKA and the band membuka penampilannya dengan 'Trouble is a Friend'. Kembali penonton terutama yang cewek-cewek berteriak.
"Lenka..i love you" terdengar tak jarang. Bahkan saat Lenka membawakan hit-nya 'The Show', seantero hall langsung 'sing-a-long' secara serempak. Bener-bener heboh! Lenka yang tampil manis dengan dress mini batik dan berponi sesekali berseru "Aku cinta kamu Indonesia".
Setelah Lenka menyelesaikan 8 lagu, saatnya The Ataris, band yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Menggebrak dengan 'So long Astoria' membuat penonton langsung lompat-lompat, dorong-mendorong bahkan moshing pun terjadi untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Deretan hit-hits dibawakan tanpa jeda lama oleh Indie band asal Indiana ini. Sesekali Kristopher Roe (gitaris & vokal) menyapa penonton. Sayangnya, penampilan The Ataris yang jadi band paling ditunggu justru antiklimaks. Personel band yang hanya ber-3 dan tidak adanya crew yang membantu menyiapkan peralatan mereka membuat The Ataris terlihat tidak siap untuk pertunjukkan malam itu. Namun, seakan-akan mengerti kekecewaan penonton, The Ataris mempersembahkan 1 lagu tambahan untuk penonton Jakarta. "So long, Jakarta" adalah pesan tersirat yang disampaikan Kris.
Lepas dari hebohnya Final Regional La Lights Indiefest Jakata, para finalis dan bintang tamu juga memperlihatkan kepedulian mereka terhadap korban gempa bumi di Padang. Secara khusus mereka mempersembahkan lagu-lagu mereka untuk para korban bencana alam. That's spirit of indie and freedom of expression.
Sampai Bertemu di Final Regional Yogyakarta.