Merdeka.com --- Gaji minim serta tunjangan yang tak memadai kerap membuat seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakoni pekerjaan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Bahkan pekerjaan sebagai tukang ojek dijalani beberapa Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Manado, Sulawesi Utara, agar dapur tetap ngebul.

Hal tersebut diungkapkan Danramil 1309-04 Pineleng Tombulu Mandolang (PTM) Kapten Inf Tonny Wurangian kepada merdeka.com, Minggu (15/6). "Makanya ada beberapa Babinsa di Manado yang terpaksa ngojek untuk memenuhi kebutuhan. Tapi mereka tidak meninggalkan tugas pokok," ujar Wurangian.

Kendati demikian Pamen TNI ini memberi apresiasi terhadap keuletan dan semangat juang yang dimiliki beberapa Babinsa tersebut. "Yang mereka kerjakan tersebut justru menunjang tugas di lapangan. Informasi akan terjadi perkelahian, tarkam maupun gangguan keamanan lainnya cepat mereka peroleh karena profesi sambilan mereka itu dekat dengan masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Wurangian menyentil minimnya gaji, tunjangan dan fasilitas yang diberikan kepada Babinsa. Menurut dia, dalam menunjang tugas sebagai pembina desa, semestinya kendaraan operasional seperti sepeda motor harus dimiliki setiap personel Babinsa.

Pengadaan motor dinas untuk Babinsa, dikatakannya, belum mencukupi jumlah personel di lapangan. "Makanya ada Babinsa yang pegang beberapa Babinsa. Idealnya satu Babinsa satu desa," jelasnya.

Namun sebagai seorang prajurit sejati, kendala yang dihadapi bukan penghalang dalam melaksanakan tugas sebagai pembela Tanah Air. Tugas pimpinan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesatria.

Babinsa harus tahu politik

Seorang Babinsa juga dituntut untuk mengerti dan tahu politik. Namun sebagai bagian dari TNI, netralitas harus tetap dijunjung tinggi termasuk tidak berkampanye dan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden.

"Kami harus tahu politik tapi tidak boleh berpolitik praktis apalagi mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden," ujar Serma Yoseph Bangka, Babinsa yang bertugas di Kecamatan Tombuluan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Anggota Koramil 1309-05 PTM ini menolak berkomentar banyak soal Babinsa di Jakarta yang hangat diangkat media akhir-akhir ini. "Kalau benar itu perbuatan oknum. Di sini kami netral sesuai perintah atasan. Coba cek di desa-desa apa kami mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan Capres," ujarnya.

Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang Babinsa, dirinya selalu melaksanakan perintah atasan yaitu melakukan yang terbaik bagi masyarakat dan TNI. "Delapan wajib TNI itu salah satunya baik-baik dengan rakyat. Aplikasi di lapangan, senyum salam sapa," tutur Yoseph ramah.

Tuntutan Babinsa, dijelaskan bintara yang pernah bertugas di Timor-Timur ini, adalah mengetahui persis Geografi, demokrasi dan kondisi sosial (Geodemokonsos) masyarakat. Namun, pendekatan persuasif merupakan cara terbaik yang dilakukan ketika berhadapan langsung dengan masyarakat
"Senyum, sapa dan salam, itu modal Babinsa. Tak perlu bentak-bentak ketika berhadapan dengan masyarakat. Mereka kan rakyat kita," katanya.