Merdeka.com --- Sebagai planet terkecil di antara 8 planet di tata surya kita, Merkurius ternyata menyimpan sebuah cerita menarik di balik proses pembentukannya.

Uniknya, planet kita diklaim bertanggung jawab atas mengecilnya Merkurius. Mengapa?

Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Nature Geoscience (06/07), ukuran mini dari Merkurius kemungkinan besar disebabkan oleh tubrukan dengan planet lain yang lebih besar di masa-masa awal pembentukan tata surya.

Tabrakan yang dialami oleh Merkurius diketahui telah menghilangkan lapisan mantel atau kerak luar dari planet dengan waktu revolusi 88 hari itu. Menjadikan Merkurius sebagai planet terkecil dengan diameter 4879 km di bagian khatulistiwanya.

Berkurangnya mantel Merkurius menyebabkan planet tersebut kini tersusun atas 60 persen logam besi, hampir dua kali lipat dibanding perbandingan jumlah besi rata-rata di planet lain. Bumi yang lebih besar saja hanya mempunyai 32 persen besi yang mayoritas tersimpan di intinya.

Sejatinya Merkurius dan Mars merupakan dua planet muda yang pada mulanya menjadi 'penyusun' planet-planet besar macam Bumi dan Venus. Merkurius dan Mars berhasil selamat dari benturan-benturan dengan planet besar di sekitarnya, meskipun Merkurius harus mengorbankan sebagian mantelnya akibat bersenggolan dengan Bumi muda. Bahkan Merkurius kemungkinan besar juga mengalami benturan dengan planet Venus versi awal.

Benturan-benturan raksasa yang terjadi di pada masa itu yang melibatkan berbagai planet muda termasuk Merkurius, memberikan sentuhan akhir pada bentuk sistem tata surya kita hingga menjadi seperti saat ini.